Sakit Hati Tak Dipinjami Uang, Pandai Besi Aniaya Tantenya dengan Batang Ubi Kayu hingga Tewas di Kempas Indragiri Hilir

Sakit Hati Tak Dipinjami Uang, Pandai Besi Aniaya Tantenya dengan Batang Ubi Kayu hingga Tewas di Kempas Indragiri Hilir

Tersangka sesaat setelah menyerahkan diri ke polisi.

Senin, 05 Februari 2018 19:58 WIB
Muhammad Yusuf
TEMBILAHAN, POTRETNEWS.com - Misteri penemuan sesosok mayat perempuan, di Jalan Lancang Kuning Dusun Benualangkar Desa Sialangpanjang Kecamatan Tembilahan, menemukan titik terang, setelah pelakunya menyerahkan diri kepada Polsek Concong, pada hari Sabtu (3/2/2018), sekira pukul 19.30 WIB. Korban yang bernama Rohani (60 tahun), warga Parit Jujun Desa Karya Tani Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir, ternyata tewas, setelah sebelumnya dianiaya oleh ponakannya sendiri, Har (37 tahun), warga Jalan Harapan Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir.

Tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai pandai besi itu, menganiaya korban, karena sakit hati, tidak diberi pinjaman uang.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP M Adhi Makayasa SH SIK, membenarkan bahwa pihaknya telah menahan pelaku. "Penyerahan diri tersangka ini, tidak serta merta terjadi, karena sehari sebelumnya Unit Opsnal, sudah melacak dan mencari Har, ke tempat persembunyian", tutur kasat.

Kasat membeberkan, berdasarkan pengakuan, tersangka menjemput korban, di kediamannya di Parit Jujum Desa Karya Tani Kecamatan Kempas, hari Kamis (4/1/2018).

Sebetulnya niat tersangka adalah untuk meminjam uang, tapi kepada keluarga korban, tersangka yang masih punya hubungan keluarga dengan korban, mengatakan bahwa korban akan dibawa ke Tembilahan, karena ada hal yang akan dibicarakan di sana.

Barulah dalam perjalanan, tersangka mengutarakan maksud sebenarnya, yaitu hendak meminjam uang kepada korban. Mendengar hal tersebut, korban menolak dan mendesak tersangka, untuk mengantarkan kembali ke rumahnya.

Karena bujukan untuk pinjam uang tidak berhasil, ditambah korban yang terus mendesak untuk dibawa balik, tersangka jadi marah. Di TKP, tersangka minta izin untuk buang air kecil. Teringat akan penolakan korban, tersangka yang kadung sakit hati, lalu mematahkan batang ubi kayu, yang kebetulan ada di tempat tersebut.

Saat korban lengah, tersangka lalu mengayunkan batang ubi, ke arah leher sebelah kiri. Korban yang tidak menyangka akan mendapat serangan mendadak, langsung tersungkur, namun tersangka kembali memukulkan batang ubi, ke leher belakang korban.

Tak puas dengan itu, tersangka lantas mengangkat tubuh korban, dan melemparkannya, ke dalam parit, beserta tas yang dibawanya. Setelah itu korban kembali ke rumahnya dan kemudian kabur ke Desa Panglimaraja Kecamatan Concong.

Setelah mendapat laporan tentang penemuan mayat seorang perempuan, yang diduga korban pembunuhan, Unit Opsnal Sat Reskrim, segera melakukan olah TKP, dan mendapatkan bukti petunjuk, diketahui orang terakhir yang bersama korban adalah Har.

Pencarian terhadap tersangka, langsung diintensifkan, namun tersangka lebih dahulu kabur. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, diketahui Har berada di Desa Panglimaraja, namun karena kabur ke dalam hutan, tersangka sempat tidak ditemukan. Merasa tempat pelariannya sudah diketahui, akhirnya tersangka, menyerahkan diri ke Polsek Concong. Penjemputan kemudian dilakukan langsung oleh Kasat Reskrim AKP. M. Adhi Makayasa didampingi Kanit Opsnal Satreskrim Ipda Zharfan Edmond, STrk.

Saat ini, tersangka sudah diamankan di Polres Indragiri Hilir, untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Sebelumnya pada Kamis (9/1/2018), sekira pukul 16.45 WIB, warga Jalan Lancang Kuning Dusun Benualangkar Desa Sialangpanjang, mendadak heboh, karena ditemukan mayat seorang perempuan, dalam kondisi sudah membusuk dan mulai rusak. ***

Kategori : Hukrim, Umum, Inhil, Riau
wwwwww