SIAK,POTRETNEWS.com - Tiga pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) spesialis alat berat di tangkap Satreskrim Polres Siak Rabu 17 Januari 2018 lalu. Mereka ditangkap terpisah.Adapun ketiga tersangka yakni Todung Simamora, Ali Nudin Siregar dan Abizar. Satreskrim Polres Siak dibantu tim gabungan Opsnal Jatanras Ditkrimum Polda Riau untuk menangkap ketiganya.
Awalnya, petugas menangkap Todung Simamora di Jalan Harapan Jaya, Kelurahan Sail, Kecamatan Tenan Raya, Pekanbaru disusul kedua temannya di rumah kontrakan mereka di Jalan Durian, Gang Garuda Sakti, Kelurahan Lubuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki.Dari tangan pelaku Todung Simamora, petugas menyita satu pucuk Senpi (Senjata Api) jenis FN warna hitam merk
Broning Hi Power Automatic Belgium beserta pelurunya.Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Hidayat Perdana mengatakan, sebenarnya jumlah pelaku empat orang. Satu orang lagi masih di buru pihaknya (DPO,
red).
"Ada empat orang pelakunya. Yang DPO itu pemilik Senpi tersebut," kata Hidayat menjawab
potretnews.com.Dikatakan Hidayat, Senpi tersebut juga pernah dipakai pelaku Abizar, saat melakukan aksinya di daerah Kecamatan Minas awal tahun 2017 lalu."Kalau tidak salah saya awal tahun 2017 lalu. Abizar ini kan pernah juga kasus penggelapan mobil. Dan, dari kasus itu kita kembangkan, akhirnya Abizar dan dua orang temannya berhasil kita tangkap," Ungkap Kasat.Salah seorang pelaku, Ali Nudin Siregar juga mengakui kepada awak media terkait sejumlah pencurian dengan kekerasan yang mereka lakukan di daerah Kabupaten Siak.Bahkan ia mengaku, sepanjang 2017 lalu ia dan teman-temannya sudah tiga kali beraksi di Kabupaten Siak. "Kalau di Siak tiga kali. Tiga-tiganya alat berat. Dua kali daerah Dayun dan sisanya di daerah Kecamatan Siak," kata Ali.
Atas perbuatannya ini, Ali mengaku menyesal. Apalagi sejumlah awak media menyinggung terkait keluargannya."Setelah menjalani hukuman nanti, saya takkan mengulanginya lagi, tobat saya. Sebelumnya saya juga sudah jumpa sama anak dan istri saya. Mereka tinggal di Pekanbaru. Saya bilang kepada mereka jaga kesehatan. Anak saya baru satu dan umurnya 1,6 tahun," ujar Ali, dengan kepala tertunduk.Ali juga mengaku, Senpi yang mereka gunakan milik warga Kecamatan Minas. "Jelasnya saya tidak tahu di mana dia tinggal. Setahu saya di Kecamatan Minas," ungkap pria yang mengaku punya warung kopi di daerah Pekanbaru tersebut.*****