DUMAI, POTRETNEWS.com - Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Dumai Provinsi Riau meringkus 2 komplotan pencuri modus tebar paku. Dimana, sasaran mereka adalah nasabah bank yang baru selesai mengambil uang. Keduanya diciduk tanpa perlawanan setelah sempat diburu 4 hari oleh polisi. Pria berinisial WH dan rekannya Rd, merupakan komplotan pencuri modus tebar paku ini tak berkutik saat dibekuk polisi. Untuk diketahui, WH diamankan di rumahnya daerah Tampan Kota Pekanbaru, dengan di
back up Unit Jatanras Subdit III Dit Reskrimum Polda Riau.
Pelaku merupakan residivis, demikian diungkapkan Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan, Rabu (24/1/2018) siang. "Pelaku yang diamankan ini sudah 2 kali terlibat aksi pencurian dengan modus yang sama di Pekanbaru, dan sudah dihukum, jadi Residivis," kata dia, seperti dilansir dari
GoRiau.com.WH dan Rd bahkan juga diduga merupakan jaringan Palembang, alias pelaku kriminal jalanan (
street crime) antar provinsi. "Dugaan sementara jaringan Palembang-Pekanbaru. Kita sedang mengejar 3 orang rekan yang lainnya," sebut AKBP Restika.Ketiganya diketahui berinisial EN, AL dan BD yang kesemuanya warga asal Palembang. Polres Dumai juga sudah menetapkan status DPO (Daftar Pencarian Orang). Selain menangkap 2 orang tersebut, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatannya.
"Kita amankan uang hasil pencurian sebesar Rp115.000.000, pakaian dan sepatu yang digunakan saat kejadian, tas, sepeda motor, bukti setoran uang (diduga hasil curian, red) dan
handphone," ucap Kapolres Dumai.Empat hari sebelum tertangkap, WH dan Rd serta 3 rekannya beraksi dengan menggondol uang nasabah yang baru bertransaksi di bank. Peristiwanya dilaporkan pada Kamis (18/1/2018) siang lalu. Masing-masing mereka juga punya peran dalam komplotan tersebut."Jadi targetnya nasabah bank, dengan sistem acak. Ada yang mengintai dan menentukan sasarannya, ada juga yang bertugas menebar paku. Dilihat korban keluar bawa uang dengan plastik, kemudian diikuti. Mereka pakai sepeda motor, kemudian menebar paku hingga ban bocor," papar Restika.Siang itu, korban baru selesai mengambil uang sebesar Rp250 juta di salah satu bank di Kota Dumai. Dari sana berlanjut ke bank lainnya, juga untuk mengambil uang kembali sebesar Rp215 juta. Total ada Rp465 juta saat itu yang dibawa di mobil, yang diletakkan di kursi samping sopir.Di perjalanan, mobil korban pun 'termakan' umpan paku yang disebar, sehingga bannya bocor. Ketika sedang mengganti ban dan dalam posisi lengah, ketika itulah para pelaku beraksi dan melarikan uang tunai yang jumlahnya cukup fantastis. ***
Editor:Akham Sophian