PEKANBARU, POTRETNEWS.com – Seorang bocah laki-laki berinisial MR (7) nekat berjalan kaki berkilo-kilometer jauhnya untuk bisa ke rumah ibu kandungnya yang terletak di Jalan Harapan Kelurahan Lembah Sari Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Diduga MR sudah tak tahan lagi atas perlakuan ibu tiri yang sering memukulinya. Sampai akhirnya MR pergi dari rumah yang terletak di Jalan Paus, ke rumah ibu kandungnya di Jalan Harapan, Rumbai Pesisir.
Untuk diketahui, dari Jalan Paus ke daerah Rumbai Pesisir bukanlah jarak yang terbilang dekat, apalagi MR hanya bermodalkan jalan kaki. Makanya, begitu sampai, ibu kandung si bocah berinisial Iy kaget saat melihat anaknya sudah tiba di rumah. Itu kira-kira pada Sabtu (13/1/2018) siang kemarin. Sesampainya di rumah ibu kandungnya, MR curhat tentang apa saja yang sudah ia alami.Melansir
GoRiau.com, dari kepolisian diketahui, MR mengaku kepada ibunya kalau ia dipukuli oleh ibu tirinya berinisial Ds. Korban juga memperlihatkan sejumlah bekas pukulan yang dialami, antara lain pada kaki sebelah kiri, tengkuk belakang, bekas gigitan pada tangan sebelah kanan serta bekas cakaran di leher.Pengakuan sang anak inilah yang akhirnya membuat Iy selaku ibu kandung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Pekanbaru sesuai Nomor Laporan Polisi/44/I/2018 Riau/Unit II SPKT atas dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur, pada Selasa (16/1/2018) malam tadi.
Dalam laporan polisi diceritakan, ibu tiri korban juga sempat menyambangi rumah Iy, tak lama setelah MR datang. Di sana Ds sempat marah dan mengeluarkan kata-kata kasar, meminta agar si bocah dikembalikan. Namun tak berhasil karena MR sudah disembunyikan oleh ibu kandungnya di dalam.Masih pengakuan MR, dirinya dipukuli oleh ibu tirinya tersebut dengan tangkai sapu hingga tangan dan tengkuk belakangnya memar. Laporan soal kasus ini, dibenarkan Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Iptu Polius Hendriawan, Rabu (17/1/2018)."Sudah dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap anak. Terlapornya ibu tiri korban dan yang melaporkan adalah ibu kandung (Korban). Ini sedang diproses dan ditangani," ujarnya. ***
Editor:Akham Sophian