PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru akan menelusuri pangkalan nakal yang memasok puluhan tabung gas bersubsidi di salah satu rumah makan di Jalan Bukit Barisan. Kepala Disperindag Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Jumat (16/1/2018), mengatakan bahwa pihaknya dalam waktu dekat ini akan memanggil pemilik Rumah Makan Purnama untuk dimintai keterangan. Pemanggilan pemilik rumah makan ini penting, karena disperindag memang menargetkan akan mengincar pangkalan yang nakal.
"Kita akan segera panggil pemilik rumah makan itu ke kantor. Kita akan mintai keterangan. Seluruh barang bukti sudah kita amankan dikantor," ujar Hutasuhut.Pihaknya akan memberikan teguran keras kepada pemilik rumah makan yang nekat menjual dan menggunakan gas bersubsidi tersebut. Sebab, apa yang dilakukan oleh pemilik rumah makan tersebut jelas menyalahi aturan. Karena, gas tabung 3 kilogram itu hanya diperuntukan bagi masyarakat miskin."Rumah makan tidak boleh menggunakan gas bersubsidi. Apalagi sampai menjualnya, diatas HET (Harga Eceran Tertinggi) lagi. Jadi banyak pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik rumah makan ini," sebutnya, seperti dilansir
potretnews.com dari
tribunnews.com.
Tidak hanya kepada pemilik rumah makan, saksi lebih berat justru akan dijatuhkan kepada pangkalan yang berani memasok ke rumah makan tersebut. Untuk itu, pihaknya akan menelusuri pangkalan mana yang bermain dengan pemilik rumah makan tersebut."Kita akan jatuhkan sanksi berat kepada pangkalannya, berupa pencabutan izin atau pemutusan hubungan usaha (PHU). Karena pelanggarannya cukup berat yang mereka langgar ini,” ujar Hutasuhut lagi.Seperti diketahui, puluhan petugas dari Disperindag Kota Pekanbaru menggerebek sebuah rumah makan di Jalan Bukit Barisan, Selasa (16/1/2018). Berdasarkan laporan masyarakat bahwa rumah makan tersebut menggunakan dan menjual gas elpiji 3 kilogram.Benar saja, saat petugas tiba dilokasi tampak ada 2 tabung gas bersubsidi dipajang di depan pintu masuk rumah makan tersebut. Namun, saat memeriksa rumah makan tersebut, petugas menemukan timbunan puluhan gas bersubsidi di salah satu ruangan.Lokasi penyimpanannya berada di bawah tangga naik. Ada ruangan berukuran lebih kurang 3x4 meter yang digunakan oleh pemilik rumah makan untuk menimbun gas melon yang diperuntukkan bagi rakyat miskin tersebut. Petugas kemudian mengeluarkan satu persatu tabung gas tersebut dari dalam gudang tersebut. Setelah dihitung ternyata jumlahnya 48 tabung.
"Pantaslah susah kita nyarinya, rupanya disini banyak," kata Robiah, salah seorang warga sekitar yang ikut menyaksikan penggerebekan di rumah makan tersebut.
Editor:Akham Sophian