Meskipun Harga Beras di Pulau Jawa Naik, Tak Berpengaruh Pada Warga Pekanbaru yang Lebih Banyak Konsumsi Beras Sumbar

Meskipun Harga Beras di Pulau Jawa Naik, Tak Berpengaruh Pada Warga Pekanbaru yang Lebih Banyak Konsumsi Beras Sumbar

Ilustrasi. (sumber: internet)

Senin, 15 Januari 2018 10:29 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Kenaikan harga beras di Pulau Jawa, tidak terlalu berpengaruh dengan harga beras yang ada di wilayah Kota Pekanbaru. Chandra, penjual beras di Pasar Senapelan (Kodim) mengatakan Ahad (14/1/2018), kenaikan harga beras terutama yang bukan berasal dari Sumatera Barat mencapai Rp3 ribu per kilonya. ”Belida, Topi Koki yang biasanya Rp10 ribu per kilo sekarang sudah Rp13 ribu,” sebutnya.

Dikatakan Chandra, untuk warga Pekanbaru sendiri lebih banyak mengkonsumsi beras dari Sumatera Barat (Sumbar). Harga beras Sumbar sendiri bervariasi, namun tidak mengalami kenaikan. Seperti Anak Daro, Chandra menjual dengan harga Rp13.500 per kilo. Mangkuto, Rp11.500 per kilo dan MDM Rp13.000 per kilo. Beras dengan kualitas paling bagus yakni Pandan Wangi dijual dengan harga Rp14.000 per kilonya. ”Beras Sumbar tidak ada kenaikan dan stoknya juga aman,” ujarnya.

Untuk diketahui, Bulog beberapa waktu lalu melakukan operasi pasar beras murah, untuk mengantisipasi melonjaknya harga. Bulog bekerja sama dengan pedagang beras yang ada di pasar tradisional.

Diakui Chandra, toko miliknya juga menjual beras bulog kualitas medium di harga Rp9.850 per kilonya. Stok beras yang dimiliki Chandra sebanyak 750 kg. Baru terjual 120 kg hingga saat ini.

Berbeda dengan Chandra, pedagang beras di Pasar Limapuluh, Ibet, belum mendapatkam beras bulog. Dirinya mengaku, sampai saat ini belum mendapatkan beras bulog. Meskipun diakuinya, banyak pembeli yang menanyakan beras tersebut.

Melansir riaupos.co, kenaikan harga beras Merk Belida dan Topi Koki, membuat masyarakat mencari beras bulog. ”Saya belum dapat stok beras bulog. Biasanya masuk, namun saat ini belum ada,” katanya.

Dihubungi melalui seluler, Humas Bulog Riau Faldi mengatakan, beras Bulog sudah disebar di pasar tradisional. Seperti Pasar Sukaramai, Senapelan dan Cik Puan. ”Untuk Pasar Limapuluh saya akan cek terlebih dahulu, kenapa belum masuk,” ujarnya.

Dijelaskannya, stok beras Riau kualitas medium sebanyak 6.886.582 kg dan kualitas premium sebanyak 1.444.050 kg. Kegiatan pasar murah beras, akan terus dilakukan hingga harga beras stabil. ***

Editor:
Akham Sophian

wwwwww
www.amsi.or.id