SIAK,POTRETNEWS.com - Warga Dusun Teluk Mussahab, Kampung Temusai, Kecamatan Bungaraya, Siak, Riau mengeluhkan Jalan Hinduk Lubuk kian hari makin parah.Apalagi saat musim hujan tiba, jalan itu bak kubangan kerbau. Sebab, kendaraan
Maroka (kendaraan roda besi) milik pengusaha sawit berlalu lalang dijalan tersebut. Akibatnya, jalan yang menjadi jantung ekonomi masyarakat setempat menjadi licin seperti kubangan kerbau.
"Kami sebagai masyarakat yang tinggal di sekitar Jalan Hinduk Lubuk sangat sengsara sekali kalau musim hujan tiba. Sebaliknya kalau musim kering juga tiba, kami juga menghirup debu yang luar biasa. Yang lebih mengenaskan, kalau hujan gerimis seperti ini, jalan susah untuk dilewati, bahkan anak saya terpaksa tak sekolah karena yang mengatar anak saya istri takut jatuh,"ungkap Supri (46), warga Temusai, Jumat (12/1/2018).Supri juga mengaku, walau keadaan jalan sudah licin dan hancur, namun pihak pengusaha sawit yang memiliki kebun ratusan hetar di daerah itu tak peduli. Sementara, meski jalan sudah rusak parah seperti itu, mereka terus beraktifitas mengeluarkan hasil kebunnya dengan mengunakan mobil Matoka yang mengakibatkan jalan lebih rusak parah."Untuk itu saya berharap kepada pemerintah kampung atau pemerintah daerah untuk dapat mengaspal jalan ini, atau kalau tidak di base jalan ini juga tidak masalah, karena jalan ini benar-benar hancur dan licin susah untuk dilewati. Dan kepada pengusaha sawit yang memiliki Matoka untuk dapat menimbun jalan yang rusak parah dengan batu atau sejenisnya agar pengendara tidak jatuh dikubangan tengah jalan yang licin itu," harapnya.
Hal senada juga diungkapkan Jul (62), warga Dusun Teluk Mussahab yang tinggal di sekitar jalan itu juga. Ia mengaku resah dan sedih dikala hujan tiba, karena kondisi jalan yang begitu hancur membuat dirinya tak bisa menjalankan aktifitas seperti biasanya."Jalan ini sudah bolak balik dilihat oleh pihak terkait, namun sampai saat ini belum juga dibangun. Saya berharap kepada Pemda agar memperhatikan keluhan masyarakat, kususnya masalah jalan ini agar bisa di semenisasi atau apa namanya yang kira-kira masyarakat tidak sengsara dan menderita gara-gara jalan licin ini, kan kasihan juga didalam ada anak-anak sekolah," keluhnya.Sementara, mengenai hal ini, Penghulu Kampung Temusai, Markuat ketika dikomfermasi tak banyak bicara, ia mengaku bahwa jalan itu sudah di usulkan saat Musrembang Kecamatan."Memang benar jalan itu rusak parah, apa lagi musim hujan kayak gini, tapi apa boleh buat kondisi keuangan kampung tak memungkinkan untuk membangun jalan itu. Jadi yang dapat kita lakukan hanya mengusulkan di Musrembang Kecamatan agar jalan ini bisa diaspal atau di base," jelasnya.Markuat juga berharap, kepada pengusaha sawit kususnya Akian yang memiliki lahan yang paling luas di wilayah itu agar dapat membantu masyarakat untuk menimbun jalan yang rusak parah tersebut.
"Kita berharap kepada pengusaha sawit agar dapat membantu menimbun jalan yang rusak parah agar masyarakat yang tinggal di dalam terbantu dan tidak terlalu menderita gara-gara jalan rusak ini," kata dia.Pantauan dilapangan, lebar Jalan Hinduk Lubuk ini sekitar 7 Meter, dan panjang sekitar 1,5 KM yang belum tersentuh pembangunan dan kian hari makin parah. Jalan ini juga menghubungkan ke Kampung Muara Dua Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.Terpisah, Camat Bungaraya Hendy Derhavin tidak menampik bahwa jalan tersebut sudah diusulkan di Musrembang Kecamatan dan itu akan diprioritaskan untuk pembangunan tahun 2018/2019."Memang jalan itu akan kita prioritaskan untuk pembangunan tahun ini, termasuk juga jalan di Srimessing Kampung Jatibaru dan Jalan Penyebrangan Ferry Kampung Dayang Suri. Namun semua itu tergantung anggarannya, nanti apakah ada atau tidak, tapi setidaknya kalau tak bisa diaspal di Base A jadilah, dan kepada masyarakat saya berharap untuk bersabar karena semua itu butuh proses," pungkas Camat.****