Melaju dengan Kecepatan Tinggi dari Pekanbaru Menuju Pangkalankerinci, Seorang Karyawan BRI Tewas setelah Mobil Jazz yang Dikemudikannya Hilang Kendali

Melaju dengan Kecepatan Tinggi dari Pekanbaru Menuju Pangkalankerinci, Seorang Karyawan BRI Tewas setelah Mobil Jazz yang Dikemudikannya Hilang Kendali

Kondisi Mobil Jazz yang dikemudikan Bayu Arief Praja DN setelah terjadinya kecelakaan tunggal.

Kamis, 11 Januari 2018 12:32 WIB
PANGKALANKERINCI, POTRETNEWS.com- Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) tunggal terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kecamatan Bandar Seikijang, Kamis (11/1/2018). Akibatnya seorang pengendara meninggal dunia. Melansir tribunnews.com, Lakalantas terjadi sekira Pukul 06:30 WIB di Jalan Lintas Timur Kilometer 32 Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan. Kendaraan mobil Honda City dengan nomor polisi BM 1729 TI, dikemudikan oleh seorang pria bernama Bayu Arief Praja DN.

Bayu Arief (28) tercatat sebagai karyawan BRI yang tinggal di Jalan Palaraya, Sidomulyo Timur Kota Pekanbaru.

"Akibat kecelakaan pengemudi Honda City BM 1729 TI atas nama Bayu Arief meninggal dunai setelah dibawa ke Klinik dr Andan Dewi Sei Kijang. Ini kecelakaan tunggal," sebut Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan, melalui Kasat Lantas AKP Mas'ud.

Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi oleh polisi, kecelakaan bermula ketika mobil yang dikendarai korban bergerak dari arah Pekanbaru menuju Pangkalan Kerinci. Mobil jenis sedan itu melaju dengan kecepatan tinggi. Setibanya di Jalintim Kilometer 32 Bandar Seikijang, tiba-tiba kendaraan karyawan BRI itu lepas kendali hingga terjadi kecelakaan.

Dari keterangan saksi, kendaraan korban sempat terguling setelah hilang kendali. Hingga akhirnya menabrak tiang listrik. Mobil korban mengalami kerusakan dibagian depan dan sebelah kanan tepat di bangku kemudi. Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka yang cukup parah. Bayu Arief sempat dibawa ke Klinik dr Andan Dewi untuk mendapat pertolongan. Namun, nyawanya tak dapat diselamatkan lagi hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Faktor kecelakaan diduga karena kelalaian dari korban yang mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Lantaran kurang hati-hati hingga out of control atau hilang kendali sehingga terjadilah kecelakaan. ***

Editor:
Akham Sophian

wwwwww
www.amsi.or.id