Polresta Pekanbaru akan Selidiki Admin Media Sosial Penyebar Isu Hoax yang Resahkan Masyarakat

Polresta Pekanbaru akan Selidiki Admin Media Sosial Penyebar Isu Hoax yang Resahkan Masyarakat

Ilustrasi. (sumber: internet)

Sabtu, 23 Desember 2017 20:19 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Polresta Pekanbaru Provinsi Riau, akan menyelidiki siapa admin media sosial (medsos) yang menyebabkan keresahan di masyarakat serta akan melakukan pemanggilan atas maraknya postingan isu yang tidak benar alias hoax. Belakangan ini, masyarakat di Riau khususnya di Kota Pekanbaru diresahkan dengan sejumlah postingan di media sosial. Mulai dari korban tewas dibegal yang ternyata cuma hoax, dan sebenarnya tidak terjadi di Pekanbaru.

Postingan berita hoax tersebut membuat masyarakat menjadi resah. Seharusnya, admin medsos terlebih dahulu memastikan kebenaran kiriman tersebut, sebelum mengunggahnya ke publik. Misalnya, dengan mengkonfirmasi kepada pihak kepolisian sehingga tidak menimbulkan keresahan seperti sekarang ini.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto angkat bicara. Kompol Bimo menegaskan, polisi tidak akan tinggal diam menyikapi maraknya isu tersebut tersebar di media sosial, apalagi kalau ternyata hoax.

"Terkait menyebarnya isu hoax akhir-akhir ini di media sosial, Polresta Pekanbaru akan melakukan penyelidikan dan memanggil admin grup medsos yang menyebar isu hoax itu, karena menimbulkan keresahan di masyarakat," ujarnya pada Sabtu (23/12/2017) siang, seperti dilansir potretnews.com dari GoRiau.com.

Dikatakannya lagi, dengan beredarnya isu hoax khususnya kasus pembegalan, membuat masyarakat resah dalam beraktivitas. Namun demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, dengan tidak menaruh barang berharga disembarangan tempat, terutama bagi pemotor.

Dan, jika mengalami kejahatan jalanan, korban hendaknya membuat laporan ke kepolisian setempat, agar dapat segera dilakukan pengusutan sehingga penegak hukum dapat segera meringkus pelakunya. Hindari pula aksi main hakim sendiri.

Belakangan ini, beredar foto wanita yang tewas diisukan korban begal. Lalu pria yang terluka, juga dikatakan korban begal. Padahal, dua kasus itu tidak terjadi di Kota Pekanbaru.

Kemudian, postingan permen susu yang dikatakan mengandung narkoba beredar di Pekanbaru. Pihak Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru pun memastikan kalau itu hanyalah hoax. Namun, itu semua berdampak kepada masyarakat yang jadi resah atas informasi yang tidak benar tersebut. ***

Editor:
Sahril Ramadana

wwwwww
www.amsi.or.id