Home > Berita > Riau

Hampir 2 Tahun Tunjangan Tak Dibayar, Ratusan Dosen UIN Riau Demo

Hampir 2 Tahun Tunjangan Tak Dibayar, Ratusan Dosen UIN Riau Demo

Ratusan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau menggelar aksi demo.

Sabtu, 23 Desember 2017 11:21 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Ratusan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau menggelar aksi demo. Para tenaga pengajar itu menuntut pihak rektorat untuk membayar tunjangan kinerja dosen selama 22 bulan atau hampir 2 tahun. Aksi demo ini dilakukan di Gedung Rektorat UIN Sultan Syarif Kasim yang berada di Jalan HM Subrantas, Pekanbaru. Selain tunjangan, mereka juga menuntut pembayaran sertifikasi dosen non-PNS selama 9 bulan yang belum dibayar.

Dalam aksi demonya, para dosen PNS dan non-PNS yang tergabung dalam Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) UIN Suska Riau juga membentangkan berbagai spanduk agar pihak rektorat tranparan mengenai keuangan.

"Tuntutan kita, segera direalisasikannya tunjangan kinerja dosen PNS yang terutang 22 bulan dan telah diperintahkan pembayarannya oleh Kementerian Agama begitu juga dengan pembayaran sertifikasi dosen non-PNS," ucap Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) UIN Suska Riau, Iskandar Arnel, Jumat (22/12/2017), dilansir potretnews.com dari okezone.com.

Selain itu, pihak keuangan UIN Suska diminta menjalankan implementasi kebijakan remunerasi yang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu para tenaga pengajar juga merotasi pegawai, terutama bagian keuangan yang tidak pernah dirotasi sehingga rawan penyimpangan.

"Ini puncak kekecewaan kita semua, atas ketidakprofesionalan bagian keuangan. Kita sudah menuntutnya sejak tahun 2016, tapi sampai sekarang belum dibayarkan. Kita selama ini suruh menghitung, tapi hak kita semua tidak dibayarkan," imbuh Iskandar yang juga kordinator aksi.

Selama ini sudah banyak hal yang dilakukan para dosen, seperti melakukan dialog konstruktif berkali-kali ternyata tidak dilaksanakan dengan baik oleh pihak rektorat. Kemudian para perwakilan dosen juga sudah beberapa kali mendatangi Kemenag untuk menuntut hak dosen, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan.

"Bayangkan saja sudah 22 bulan kami bersabar. Ini adalah puncak dari kesabaran kami," ujarnya. ***

Editor:
Akham Sophian

wwwwww
www.amsi.or.id