PotretNews.com Jum'at 19 Juli 2019
Home > Berita > Riau

Ratusan Napi Pelarian dari Rutan Sialangbungkuk Pekanbaru Masih Berkeliaran

Ratusan Napi Pelarian dari Rutan Sialangbungkuk Pekanbaru Masih Berkeliaran

Ratusan napi Rutan Sialangbungkuk Pekanbaru melarikan diri, Jumat (5/5/2017) silam.

Kamis, 20 Juli 2017 08:12 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Sebanyak 132 orang narapidana dan tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Sialangsungkuk, Kecamatan Tenyananraya, Pekanbaru, Riau. Mereka belum berhasil ditangkap pasca kabur massal yang terjadi di rutan tersebut, Jumat (5/5/2017) lalu.Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK MH mengatakan, berdasarkan data terbaru napi dan tahanan yang kabur beberapa waktu lalu sebanyak 473 orang.

Namun 341 orang telah berhasil ditangkap maupun menyerahkan diri. "Saat ini masih ada 132 napi yang masih berada di luar," ujar Kombes Pol Susanto, Rabu (19/7/2017).

Terhadap napi yang masih berada di luar sebut pria yang akrab disapa Santo itu, pihaknya masih melakukan pengejaran dan memburu napi. "Tim yang sudah kita bentuk masih melakukan pengejaran dan pemburuan," ungkapnya, dilansir potretnews.com dari jawapos.com.

Ads
Kapolresta Pekanbaru meminta para napi dan tahanan yang masih berada diluar untuk segera menyerahkan diri. Selain itu, dia juga meminta kerjasama pihak keluarga menginformasikan keberadaan para napi. "Kita minta mereka menyerahkan diri," pinta Santo

Dijelaskan dia, pada Sabtu (15/7) lalu, pihak membackup Kementrian Hukum dan Ham (Menkumham) dalam pemindahan sebanyak 58 tahanan, guna pemulihan keamanan Rutan Sialangbungkuk.

"Waktu pemindahan memang ada sedikit kerusuhan, tapi sudah bisa diatasi. Kini kondisi Rutan telah dalam kondisi kondusif," paparnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Pekanbaru Lilik Sujandi menyebutkan, ada beberapa tuntunan dari para napi mengenai falitas Rutan yang tidak terakomodir. "Setelah diselidiki ternyta ada penyalahgunaan wewenang oleh oknum pihak Rutan sehingga terjadi pemberontakan," sebut Lilik

Ditambahkan dia, pemberontakan itu juga terjadi akibat diskriminasi, kekerasan serta over kapasitas setiap kamar yang ditempati para narapidana. "Untuk itu kita melakukan upaya-upaya perbaikan baik sumber daya maupun sistem. Kita juga melibat masyarakat disekitar Rutan untuk ikut memantau kinerja kami," ujarnya. ***

Editor:
Farid Mansyur

Kategori : Riau, Pekanbaru, Umum, Hukrim
wwwwww