PotretNews.com Selasa 20 Februari 2018

4.500 Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Objek Vital di Riau Selama Operasi Ramadniya

4.500 Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Objek Vital di Riau Selama Operasi Ramadniya

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman didampingi Kapolda Irjen Pol Zulkarnain meninjau kendaraan personel.

Senin, 19 Juni 2017 14:31 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Apel gelar pasukan operasi Ramadniya Siak 2017 kali ini digelar di lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau. Sekira 4.500 personel gabungan akan mengamankan objek vital di Riau selama operasi Lebaran.Apel siaga ini digelar pada Senin (19/6/2017), yang dipimpin Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, didampingi Kapolda Riau Irjen Zulkarnain serta unsur Forkomfinda lainnya. Kali ini gelar pasukan dilaksanakan di SPN Polda Rau, Jl Pattimura, kawasan Gobah, Pekanbaru. Padahal selama ini apel siaga dilaksanakan di kantor Gubernur Riau.

Kapolda Riau Irjen Zulkarnain mengatakan 4.500 personel gabungan ini terdiri dari Polri/TNI, pemprov, pemkab, pemerintah kota, dan masyarakat.

"Tim ini akan kita tempatkan di pospam, pos pelayan di sejumlah jalur lintas mudik dan jalur macet serta rawan kecelakaan dan rawan longsor," kata Zulkarnain dilansir potretnews.com dari detikcom.

Ads
Khusus di jalur rawan longsor di wilayah perbatasan Riau dengan Sumatera Barat (Sumbar), kata Zulkarnain, pihaknya juga bekerja sama dengan instansi terkait, seperti Dinas PU, untuk menyiagakan alat berat di lokasi tersebut.

"Alat berat kita siagakan di lokasi rawan longsor di Kabupaten Kampar, yang berbatasan dengan Sumatera Barat. Kami minta masyarakat yang mudik harus tetap berhati-hati dan mengikuti rambu-rambu lalu lintas," ucap Zulkarnain.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Jasa Raharja Riau Widayana mengatakan, dalam hal korban kecelakaan selama arus mudik, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit.

"Kerja sama yang kita lakukan ke pihak rumah sakit agar pasien dari kecelakaan lalu lintas tidak lagi dibebani biaya. Semua biayanya akan ditanggung Jasa Raharja," tutur Widayana.

Sedangkan untuk korban yang meninggal dunia, kata Widayana, harus segera dilaporkan ke pihak Jasa Raharja. Bila berkas-berkasnya sudah lengkap, dalam hitungan 2 hari, dana santunan kematian akan segera dibayarkan.

"Di hari libur sekalipun, dana santunan kematian akan tetap dibayarkan kepada warisnya," kata Widayana. Pihak Jasa Raharja, dalam arus mudik ini, juga menggunakan sistem jemput bola. Tim akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian di jalur mana saja yang terjadi kecelakaan.

"Jadi kita memang proaktif untuk mendata soal kecelakaan, baik korban luka-luka atau meninggal dunia. Selama ini kendalanya adalah masyarakat masih banyak yang enggan melapor ke kita," ucap Widayana. ***

Editor:
Muh Amin

loading...
wwwwww