PotretNews.com Rabu 14 November 2018
Home > Berita > Riau

Hanya Gara-gara Sepotong Buah Nenas, Seorang Remaja di Kabupaten Siak Tega Habisi Nyawa Saudara Kembarnya

Hanya Gara-gara Sepotong Buah Nenas, Seorang Remaja di Kabupaten Siak Tega Habisi Nyawa Saudara Kembarnya

Tersangka saat diamankan di Mapolsek Kandis. (ist)

Minggu, 18 Juni 2017 15:31 WIB
Sahril Ramadana
SIAK,POTRETNEWS.com  - Rahmana Sinaga alias Batok (19), warga Kampung Libo Jaya, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, tega membunuh abang kandungnya, yang tak lain saudara kembarnya sendiri. Peristiwa itu terjadi lantaran keduanya cekcok (berkelahi,red) karena korban tidak terima tersangka memakan sepotong buah nanas milik korban.

Peristiwa tersebut terjadi dikediaman orang tua mereka, Sabtu (17/6/2017) sekira pukul 00.15 WIB. Korban yang bernama Ramadhan Sinaga (19), tewas dengan luka tusukan dalam keadaan usus perut keluar. Korban juga sempat dilarikan ke Klinik HMC Simpang Libo Baru Kelurahan Kandis Kota, namun nyawa korban tidak tertolong lagi.

Kapolres Siak AKBP Restika Pardamain Nainggolan SIK menjelaskan, Minggu (18/6/2017) kejadian tersebut berawal dari keributan (perkelahian fisik,red) antara tersangka dengan korban di teras depan rumah orang tua mereka, Jumat malam kemarin. Karena adu fisik, orang tua mereka Nurhayati Nainggolan (52) dibantu tetangganya Ranto Manurung (19), melerai keduanya.

"Perkelahian tersebut terjadi karena korban tidak terima tersangka memakan satu potong buah nenas miliknya. Korban pun marah dan menendang tersangka. Sebelumnya, saudara kembar ini juga sering berkelahi,"kata Kapolres.

Ads
Setelah dilerai, lanjut Kapolres, tersangka pergi meninggalkan rumah. Sekitar pukul 00.00 WIB, dia kembali, dan pintu rumah pun dibukakan oleh ayahnya, dan sang ayah langsung kembali tidur.

Melihat abangnya sudah tertidur pulas di ruang tamu, muncul niat tersangka untuk membunuh korban, dan dia langsung mengambil pisau warna silver dengan panjang 30 cm yang disembunyikannya di tumpukan karung goni belakang rumah.

"Pisau ini dibeli tersangka seminggu lalu dari penjual barang harian keliling. Pisau itu dibeli untuk melawan korban, apabila terjadi lagi perkelahian," terang Kapolres Siak.

Usai mengambil pisau, sekitar pukul 00.15 WIB, tersangka kembali ke ruang tamu lalu menusukkan ujung pisau tersebut ke perut korban dari arah atas ke bawah sebanyak satu kali, hingga tubuh korban tersentak, dan tersangka langsung melarikan diri kearah belakang rumahnya, dan menyembunyikan pisau tersebut ketumpukan sampah pelepah sawit.

"Mendengar teriakan korban di ruang tamu, sekira pukul 00.30 WIB, Ibu mereka Nurhayati Nainggolan langsung terbangun dari tidurnya, dan melihat korban sudah berlumuran darah. Dia pun langsung memberitahukan kejadian itu kepada suaminya dan tetangga mereka,"terang Kapolres.

Setelah kejadian itu, Polsek Kandis langsung melakukan pengejaran. Dan memberitahukan kepada warga setempat tentang ciri-ciri tersangka.

"Sabtu, sekira pukul 15.00 WIB, tersangka diamankan oleh satpam PT SSA, karena curiga melihat tersangka keluar dari dalam hutan dengan kondisi pucat dan kelelahan," ujar Kapolres.

Selanjutnya, Satpam memberitahukan hal tersebut ke Bhabinkamtibmas Kampung Libo Jaya. Bhabinkamtibmas bersama petugas Polsek Kandis langsung merapat ke pos Satpam.

Usai diamankan, petugas juga memastikan bahwa laki-laki yang di amankan Satpam tersebut adalah pelaku pembunuhan berencana terhadap abang kandungnya, yang di cari Polisi. Dan Polisi juga mengamankan barang bukti pisau yang digunakan tersangka.

"Dari keterangannya, usai menghabisi nyawa abang kandungnya, ia melarikan diri dengan berjalan kaki menelusuri jalan aspal lintas Libo-Waduk sekitar 15 Km. Tersangka kemudian masuk kedalam hutan hingga tersesat di seputaran pabrik kelapa sawit PT SSA Kandis," ungkap Kapolres.

Sementara mengenai jenazah korban, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan di Puskesmas Kecamatan Kandis. Dari hasil pemeriksaan itu, ditemukan satu luka tusukan di bagian perut korban, tepat 5 cm di atas pusat yang mengakibatkan usus keluar.

"Keluarga korban menolak dilakukan bedah mayat, mereka pun membuat BA penolakan. Karena menolak, jenazah korban langsung diserahkan ke keluarga untuk dikebumikan," sebut Kapolres. *****

Kategori : Riau, Siak, Hukrim, Umum, Peristiwa
wwwwww