PotretNews.com Selasa 13 November 2018
Home > Berita > Umum

Inilah Mesjid Indah Tepi Sungai Siak Kota Pekanbaru yang Awalnya Sebuah Surau

Inilah Mesjid Indah Tepi Sungai Siak Kota Pekanbaru yang Awalnya Sebuah Surau

Mesjid Paripurna Nurul Iman Kelurahan Kampungbukit.

Senin, 12 Juni 2017 20:46 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Mesjid indah tepi Sungai Siak, begitulan masyarakat mengenal masjid yang memang berada tepat di bibir sungai terdalam di Indonesia tersebut.Mesjid ini oleh masyarakat Kelurahan Kampungbukit dari awal pendiriannya diberi nama Mesjid Nurul Iman. Dalam bahasa Indonesia nama ini bermakna Cahaya Keimanan.

Nama ini diberi dengan maksud agar mesjid yang berdiri awalnya sebagai sebuah surau tersebut dapat menjadi cahaya penerang bagi masyarakat dalam menjalankan agama.

Tempat ibadah ini berlokasi di Jalan Meranti Kelurahan Kampungbaru Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru. Mesjid yang saat ini telah naik tingkat menjadi mesjid paripurna tersebut merupakan salah satu tempat ibadah yang sudah berumur tua.

Ads
Ketua Umum Mesjid Paripurna Nurul Iman H Agus Salim SH saat ditemui, Ahad (11/6/2017) menyampaikan bahwa rumah Allah ini berdiri pada awal tahun 70 yang dalam pendiriannya digagas oleh tiga tokoh kenamaan di daerah tersebut, yakni Buyung Sai, Imam Juki dan Imam Rasyid.

Gagasan dari ketiga tokoh ini lalu direalisasikan bersama masyarakat sekitar mesjid.

"Pada awalnya rumah ibadah ini tidak seindah seperti sekarang yang telah berbalut berbagai ukiran kaligrafi Alquran berwarna. Mulanya masjid ini keseluruhan bangunannya terbuat dari kayu," ujarnya, dilansir potretnews.com dari tribunnews.com.

Dalam perjalanannya mesjid ini sempat terjadi kebakaran pada tahun 1994. Usai tragedi tersebut, masyrakat Kampungbukit kembali bahu-membahu mendonasikan hartanya untuk membangun masjid hingga seperti saat ini.

Agus mengatakan mesjid tersebut saat ini telah jauh berkembang dari awalnya yang hanya bisa menampung jamaah kurang dari 200 orang kini telah mampu menampung jamaah hingga kapasitas 500 orang.

Rumah Allah ini tidak jarang jadi pusat kegiatan dan pusat rekreasi bagi masyarakat sekitar masjid maupun masyarakat dari daerah luar Kampungbukit.

Di lingkungan mesjid kerap juga diadakan perhelatan kebudayaan daerah masyarakat setempat seperti pacu sampan atau sekadar sebagai tempat silaturahmi sembari bersantai melihat pemandangan Sungai Siak.

Tiap harinya lingkungan mesjid tersebut bisa dikatakan tidak pernah sepi dari masyarakat yang ingin melaksanakan ibadan maupun bersantai melihat pemandangan tepi sungai.

Selain itu dalam areal lingkungan masjid ini pula terdapat dermaga kecil yang menjadi tempat bersandar kapal-kapal kecil yang menambah keramaian disekitar lingkungan mesjid.

Ia mengatakan mesjid ini bagi masyarakat Kampungbukit merupakan tempat ibadah yang spesial dan juga sebagai pusat pengembangan keagamaan masyarakat sekitar. "Hampir seluruh anak masyarakat yang tinggal didaerah ini menuntut ilmu keagamaan di mesjid tercinta ini," ujarnya. ***

Editor:
Farid Mansyur

Kategori : Umum, Pekanbaru
wwwwww