PotretNews.com Selasa 23 Oktober 2018

Jika Tak Lengkapi Izin, Sopir Taksi di Pekanbaru Ancam Sweeping Lagi Uber dan GoJek

Jika Tak Lengkapi Izin, Sopir Taksi di Pekanbaru Ancam <i>Sweeping</i> Lagi Uber dan GoJek

Seorang sopir taksi online jadi sasaran amukan pengemudi taksi konvensional, saat sweeping di depan BI Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Rabu siang. (foto: goriau.com)

Rabu, 17 Mei 2017 16:11 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Beroperasinya taksi online (Uber) dan ojek online (GoJek) menimbulkan gesekan dengan pengelola jasa transportasi di Pekanbaru, Provinsi Riau. Salah satunya dari taksi konvensional. Mereka menggelar sweeping, Rabu (17/5/2017) siang, di Jalan Jenderal Sudirman, depan Bank Indonesia.Sopir-sopir taksi konvensional itu bahkan sempat berbuat anarkis. Seorang pengemudi Uber jadi sasaran amukan kemarahan mereka. Pengendara GoJek juga turut terkena imbas. Beberapa orang yang kedapatan dalam sweeping langsung dilucuti jaket dan helmnya.

Bahkan driver GoJek juga sempat dipukul dan ditendang, kemudian disuruh pergi. Aksi sweeping tersebut, diakui sebagai langkah spontanitas yang dilakukan sopir taksi konvensional tersebut, yang ingin membuktikan kepada pemerintah kota, bahwa Uber sudah beroperasi sembunyi-sembunyi.

"Kalau memang mau beroperasi, ikuti prosedurnya. Bukan kita melarang tidak, yang jelas sesuai aturan. Kita tidak anarkis. Hanya ingin membuktikan, bahwa taksi online sudah ada, dan silakan diproses," tandas Komering, Pengurus Puskopau, dilansir potretnews.com dari GoRiau.com.

Ads
Menurut dia, kalau mau melegalkan armadanya, harus sesuaikan prosedur, lengkapi izin. Pemerintah juga harus jeli, jangan biarkan ada taksi ilegal ambil penumpang, jangan sampai kami yang bertindak. Kita tengok langkah ke depan seperti apa dari pemerintah dan instansi terkait lainnya.

Senada dengan itu, pimpinan Riau Taksi Toni Sihotang juga menyayangkan adanya Uber beroperasi, lantaran tidak sesuai regulasi yang sudah dibuat instansi terkait. "Kalau kita (taksi konvensional, red) kan jelas, pemerintah juga dapat PAD. Sementara Uber jelas melakukan pelanggaran," ujarnya.

Pantauan di lokasi, hampir seluruh usaha taksi di Pekanbaru turut melakukan sweeping, seperti Puskopau, Riau Taksi, Bluebird hingga Kopsi. ***

Editor:
Farid Mansyur

wwwwww