PotretNews.com Kamis 13 Desember 2018
Home > Berita > Riau

Polda Riau Kirim Telegram ke Polda di Sumatera untuk Bantu Cari Napi Sialangbungkuk

Polda Riau Kirim Telegram ke Polda di Sumatera untuk Bantu Cari Napi Sialangbungkuk

Polisi di Palembang gelar razia, antisipasi tahanan Pekanbaru yang kabur beberapa waktu laluPolisi di Palembang gelar razia, antisipasi tahanan Pekanbaru yang kabur beberapa waktu lalu. (foto: detikcom)

Senin, 15 Mei 2017 13:25 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Hingga Senin (15/5/2017) pagi, sudah 323 orang tahanan dan narapidana yang melarikan diri dari Rutan Sialangbungkuk Pekanbaru berhasil diamankan dan menyerahkan diri kepada aparat berwajib. 125 lainnya diketahui masih berkeliaran di tengah-tengah masyarakat.Polda Riau dan jajaran masih melakukan pengejaran sampai hari ke-11 pasca kaburnya 448 orang tahanan Rutan Sialangbungkuk Pekanbaru. Bahkan sekarang perburan diperluas, dan Kapolda Riau Irjen Zulkarnain juga sudah mengirim telegram ke seluruh polda di Sumatera.

"Pak Kapolda Riau sudah berkoordinasi dan mengirim telegram ke Polda di Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Kepri, Sumatera Barat, Jambi hingga Polda Sumatera Selatan (Sumsel) untuk membantu back up berupa penyekatan di jalur-jalur," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo.

Menjawab wartawan di ruang kerjanya, Senin (15/5/2017) siang Guntur menerangkan, penyekatan ini dengan menggelar razia dan pengawasan di jalur lintas yang menghubungkan masing-masing provinsi, seperti yang sudah dilakukan selama ini, pascakaburnya tahanan pada Jumat siang kemarin.

Ads
Kendaraan yang melintas diperiksa, termasuk dengan para penumpangnya, dengan tujuan mempersempit pelarian tahanan dan narapidana itu, di mana sebagian terdeteksi sudah berada di luar kota Pekanbaru. "Jadi ini kegiatan kepolisian yang ditingkatkan," sebut Kabid Humas Polda Riau, dilansir potretnews.com dari GoRiau.com.

Sementara di Kota Pekanbaru sendiri, aparat masih menyebar di lapangan melakukan pengecekan dibeberapa tempat yang diduga keberadaan mereka. Foto para tahanan dan narapidana juga telah disebarluaskan, sehingga mudah mengidentifikasinya, bila ada orang yang mencurigakan.

"Kita di Pekanbaru melakukan pengecakan semua, sampai menyebar foto tahanan sampai ke tingkat petugas Bhabinkamtibmas. Ketika ada menemukan atau melihat orang yang mencurigakan, berikan info kepada polisi, bisa lewat telepon di 110 atau melalui aplikasi dengan tombol panic button," pungkasnya. ***

Editor:
Farid Mansyur

wwwwww