PotretNews.com Senin 10 Desember 2018

Baru Sehari Dilantik, Pintu Ruang Kerja Camat Sungaisembilan Dumai Digembok Orang Tak Dikenal

Baru Sehari Dilantik, Pintu Ruang Kerja Camat Sungaisembilan Dumai Digembok Orang Tak Dikenal

Ilustrasi.

Senin, 08 Mei 2017 11:41 WIB
DUMAI, POTRETNEWS.com - Pascapelantikan 156 pejabat Eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Dumai Provinsi Riau, Jumat (5/5/2017), pintu ruang kerja Camat Sungai Sembilan digembok oleh orang tidak dikenal (OTK), Senin (8/5/2017).Informasi yang dirangkum, insiden pengembokan pintu ruangan Camat Sungai Sembilan yang saat ini dijabat oleh Zulkarnaen, karena diduga adanya desakan dari masyarakat agar Pemkot Dumai mengganti pria itu.

Zulkarnaen sendiri saat dikonfirmasi adanya insiden pengembokan ruang kerjanya tersebut, awalnya tidak mengetahui kebenarannya. "Saya coba konfirmasi dengan staf di kantor terlebih dahulu. Karena saya tidak di kantor dan dalam perjalanan ke Kantor DPRD Dumai," ujar dia dilansir potretnews.com dari GoRiau.com.

Beberapa saat kemudian, tatkala media menghubungi Zulkarnaen, ia pun membenarkan adanya pengembokan pintu ruang kerjanya tersebut. Ia sendiri belum bisa memastikan penyebab pengembokan yang memang tidak diketahui siapa yang melakukan hal tersebut.

Ads
"Staf kantor memang bilang pintu ruangan saya digembok. Tapi gemboknya sudah berhasil dilepaskan. Staf kantor pun tidak mengetahui secara pasti siapa yang melakukan hal itu. Ketika staf masuk, pintu dalam posisi tergembok sudah ada," bebernya.

Di tempat terpisah, Wali Kota Dumai Zulkifli As saat ditanyai perihal insiden pengembokan pintu ruang kerja Camat Sungaisembilan, tidak mengetahuinya. "Saya belum menerima laporan. Tapi saya akan cek kebenarannya nanti," ujar pria yang akrab disapa Zul As saat meninggalkan kantor wali kota sesaat memasuki kendaraan dinasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui apa maksud dan tujuan dilakukan pengembokan pintu ruangan Camat Sungaisembilan yang saat ini masih dijabat Zulkarnaen. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

wwwwww