PotretNews.com Rabu 19 Desember 2018

Misteri di Rutan Sialangbungkuk Pekanbaru Terbongkar setelah Datangnya Menteri; Ternyata, Semua Urusan Mesti Pakai Uang!

Misteri di Rutan Sialangbungkuk Pekanbaru Terbongkar setelah Datangnya Menteri; Ternyata, Semua Urusan Mesti Pakai Uang!

Rutan Sialangbungkuk Kota Pekanbaru dikawal ketat aparat TNI dan Polri pascakaburnya 448 tahanan, Jumat (5/5/2017) lalu. (foto: goriau.com)

Minggu, 07 Mei 2017 15:17 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Kedatangan Menteri Yasonna Laoly ke Rutan Sialangbungkuk Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Minggu (7/6/2017) membongkar semua dugaan bobroknya peranagai oknum petugas. Tahanan curhat panjang lebar, mulai dari perlakuan tak manusiawi hingga pemerasan yang dialami.Yasonna Hamonangan Laoly mengatakan, praktik uang yang dilakukan oknum petugas rutan kerap dialami para tahanan dan narapidana di Rutan Sialangbungkuk. Tak main-main, ia bahkan berujar bahwa semua hal di sana mesti ada tarifnya (uang, red). Tak sedikit pula, mulai dari Rp1 juta hingga sebagainya.

"Masa semuanya pakai tarif, ada Rp1 juta dan sebagainya. Ruang transit (Rutan Sialangbungkuk, red) jangan jadi tempat memeras, ini harus diubah. Kebijakan birokrasi harus diperbaiki, ada yang memeras keluarga yang bertamu (membesuk, red). Kita minta ada OTT saja," katanya dengan ekspresi kesal.

Belum cukup sampai di situ, usai tinjauan tadi bersama Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kapolda Riau Irjen Zulkarnain, Danrem 031 Wirabima dan Kakanwil Kemenkumham, Yasonna juga mendapati fakta mencengangkan lainnya, di mana makanan dan air tahanan kurang.

"Tadi kita temukan makanan kurang, air kurang. Saya sudah minta perbaiki semuanya. Kepala Rutan Sialang Bungkuk dan beberapa (petugas, red) lainnya sudah dinon aktifkan. Yang baru (Kepala Rutan, red) kita sudah minta diperbaiki semua, termasuk birokrasinya," tegas Menteri Hukum dan HAM tersebut.

Banyak temuan yang membuat orang bergidik soal nasib tahanan dan narapidana yang menghuni rutan tersebut. Semuanya baru terbongkar setelah sejumlah penghuninya berontak dan berbuat kericuhan. Hingga buntutnya, 448 orang melarikan diri pada Jumat siang lalu.

Menurut data yang disampaikan Yasonna Laoly dalam jumpa persnya di Rutan Sialangbungkuk, Minggu siang, masih ada sekira 179 lagi yang diketahui masih berkeliaran alias belum tertangkap. Informasinya, mereka ini merupakan penghuni di Blok B dan C Rutan, atas kasus narkoba dan pidana umum. ** ***

Editor:
Hanafi Adrian

wwwwww