PotretNews.com Rabu 22 Agustus 2018
Home > Berita > Riau

Ada 1.150 Pengungsi dari Negara Konflik Berlindung di Riau

Ada 1.150 Pengungsi dari Negara Konflik Berlindung di Riau

Ilustrasi/Ratusan Imigran Gelap Timur Tengah Resahkan Warga Pekanbaru. (foto: internet)

Jum'at, 05 Mei 2017 09:46 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) mengatakan, jumlah pengungsi yang berasal dari berbagai negara konflik di Indonesia pada 2017 berjumlah 14.500 orang dari 47 negara berbeda.Di Riau saja, kata dia, tercatat ada 1.150 pengungsi yang datang dari sejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika Utara yang dilanda konflik, seperti Afghanistan.

"Di Riau, kira-kira ada 1.150 orang imigran yang berasal dari berbagai negara seperti Afghanistan, Sudan, Somalia dan beberapa negara lainnya," kata Senior Protection Officer UNHCR Jakarta Jeff Savage di Pekanbaru, hari ini, dilansir potretnews.com dari antaranews.com via antara.com.

Jeff menjelaskan keberadaan mereka di Riau dan Indonesia secara umum untuk mencari perlindungan akibat konflik di negara asalnya. Setiap tahun, jumlah mereka semakin meningkat sehingga menimbulkan kekhawatiran dapat mengusik kehidupan masyarakat setempat.

Ads
Dia mengatakan, UNHCR mencoba untuk berkomunikasi dengan pemerintah kota Pekanbaru, untuk bersama melindungi para pencari suaka tersebut.

"Terus terang kami beberapa kali mendengar keresahan ini. Ini disebut takut karena tidak kenal. Masyarakat tidak tahu mereka siapa. Untuk itu kami bekerja sama dengan pemerintah termasuk imigrasi dan lainnya," jelasnya.

Ia mengatakan sejauh ini para pencari suaka yang tinggal di Indonesia cukup patuh terhadap peraturan yang ditetapkan pemerintah. "Mereka hanya butuh tempat untuk hidup dari situasi yang mengerikan di negara asalnya," tuturnya.

Penjabat Wali Kota Pekanbaru Edwar Sanger menyambut baik niat UNHCR untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam hal melindungi pengungsi. "Kami siap untuk membantu mereka. Namun, harus sesuai regulasi yang berlaku di negara kita," jelasnya.

Edwar meminta kepada UNHCR dan lembaga terkait lainnya untuk terus mengawasi keberadaan imigran secara maksimal.

Keberadaan imigran pencari suaka mulai marak di Pekanbaru dan beberapa wilayah lainnya di Provinsi Riau sejak 2015. Jumlah mereka terus bertambah dan semakin mudah dijumpai di berbagai sudut kota. ***

Editor:
Hanafi Adrian

Tour de Siak 2018
wwwwww