PotretNews.com Sabtu 15 Desember 2018
Home > Berita > Riau

Saat Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman Blakblakan soal Ini di Hadapan Ribuan Kepala Desa

Rabu, 12 April 2017 23:40 WIB
Muhamad Maulana
saat-gubernur-riau-arsyadjuliandi-rachman-blakblakan-soal-ini-di-hadapan-ribuan-kepala-desaGubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman memaparkan sejumlah program pemprov pada Rapat Kerja Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa se-Provinsi Riau tahun 2017, di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Rabu (12/4/2017).
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus menggesa pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di desa-desa yang selama ini yang masih terisolir, baik antarkabupaten maupun yang langsung berbatasan dengan provinsi tetangga.Sejumlah jalan di daerah terpencil yang dibangun pemerintah provinsi di antaranya jalan yang menghubungkan antara desa-desa yang ada di Rokan IV Koto (Kabupaten Rokan Hulu, Riau) ke Pasaman, Sumatera Barat.

Selain itu, ada juga pembangunan jalan yang ada di sejumlah Kuansing ke Darmasraya, Sumatera Barat, termasuk beberapa ruas-ruas jalan yang menghubungkan antara Indragiri Hilir (Inhil) dan Indragiri Hulu (Inhu).

"Membuka isolasi menjadi salah satu fokus kita. Sudah banyak isolasi yang kita buka. Misalnya baru-baru ini kita bangun jembatan dan jalan di Rokan IV Koto, Rokan Hulu (Rohul) yang bisa menghubungkan dengan Kabupaten Pasaman, Sumbar. Ini sangat membantu masyarakat. Sekarang kalau mau ke Pekanbaru tidak perlu lagi memutar lewat Bukitinggi tapi bisa langsung via Rohul. Ini bisa menghemat waktu 4 sampai 5 jam," kata Gubernur Riau Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA saat membuka Rapat Kerja Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa se-Provinsi Riau tahun 2017, di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Rabu (12/4/2017).

Ads
Di hadapan kepala desa se-Riau, gubernur menandaskan dalam tahun ini Pemprov Riau juga akan membuka isolasi antara Pulau Kijang di Inhil dengan Provinsi Jambi. Begitu juga dari Bagansiapiapi, Rohil melalui Padamaran 1 dan 2 menuju perbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara.

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/25042017/potretnewscom_l9uny_860.jpg
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (baju putih) dibonceng dengan sepeda motor saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir, beberapa waktu lalu.

Dikatakan gubernur yang akrab disapa Andi Rachman ini, Pemerintah Provinsi Riau terus berusaha maksimal membangun infrastruktur jalan dan jembatan. Sehingga tidak ada lagi daerah-daerah yang selama ini terisolir.

Oleh karena itu, isolasi antarkabupaten dan kota juga segera dibuka. Misalnya membuka isolasi di daerah Inhu Selatan dan juga beberapa kawasan di Kuansing.

"Insya Allah secara bertahap isolasi ini kita buka dengan membangun jalan dan jembatan. Jadi tidak ada lagi daerah di Riau yang disebut terisolir. Semua harus terhubung dengan daerah yang lain agar ekonomi bisa tumbuh dengan baik. Kalau isolasi ini kita buka, ekonomi masyarakat akan berkembang, termasuk masyarakat kita yang ada di perbatasan," tandas Andi optimis.

Selain membuka isolasi, kata Andi yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Riau, pemprov fokus membangun puskesmas-puskesmas di berbagai kabupaten dan kota sebagai bentuk komitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.Masalah pendidikan juga tidak kalah penting. Apalagi 20 persen lebih APBD Provinsi Riau dialokasikan untuk sektor ini.

"SMA dan SMK pengelolaannya sekarang juga di bawah pemprov. Jadi ini juga jadi fokus kita. Memang sedikit ada masalah karena sudah 16 tahun pemprov tidak mengurus SMA dan SMK ini. Tapi insya Allah semua ada solusinya," kata gubernur seraya mengakui, anggaran provinsi mengalami penurunan. Ini karena harga migas dan sektor perkebunan seperti sawit dan karet yang selama ini jadi andalan Riau terus merosot. Sementara harga migas dan sektor perkebunan sangat ditentukan oleh harga pasar dunia.

"Itu sebabnya Pemprov Riau terus berusaha keras mencari sektor-sektor baru yang bisa menjadi andalan kita ke depan. Misalnya, sekarang kita mengangkat sektor pariwisata berbasis budaya termasuk sektor perikanan laut," ucap suami dari Hj Sisilita itu.

Namun intinya, kata gubernur yang pernah menjadi Anggota DPRD dan DPR RI tersebut, APBD Riau memang dialokasikan untuk pembangunan kabupaten/kota di Riau. Hadir sebagai pembicara antara lain pakar otonomi daerah yang juga mantan Pj Gubernur Riau Prof Dr Djohermansyah Djohan dan pejabat dari Kemendagri. ***

Editor:
Redaksi potretnews.com

wwwwww