PotretNews.com Senin 10 Desember 2018

Luar Biasa, Rp1,4 Triliun dari Rp2,1 Triliun APBD Kampar Ternyata ”Ludes” untuk Gaji Pegawai, Sisanya Itulah untuk Belanja Masyarakat

Luar Biasa, Rp1,4 Triliun dari Rp2,1 Triliun APBD Kampar Ternyata ”Ludes” untuk Gaji Pegawai, Sisanya Itulah untuk Belanja Masyarakat

Ilustrasi. (internet)

Rabu, 15 Maret 2017 10:29 WIB
BANGKINANG, POTRETNEWS.com - Anggaran Pemerintah Kabupaten Kampar Provinsi Riau ternyata lebih banyak dihabiskan untuk membayar gaji pegawai. Uniknya, dari Rp2,1 triliun anggaran yang dimiliki, Rp1,4 triliun ''ludes'' untuk gaji.Hal itu terungkap saat Bupati Kampar terpilih H Azis Zaenal bicara blak-blakan ketika diberikan kesempatan menyampaikan visi misi pada musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) Kabupaten Kampar tahun 2017.

Dia menyoroti struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kampar tahun 2017 yang mencatat dari Rp 2,1 triliun APBD Kampar, sebanyak 70 persen habis untuk membayar gaji pegawai, hanya Rp700 miliar belanja untuk masyarakat.

''Sekarang luar biasa, Rp1,4 triliun untuk belanja tak langsung. Sisanya hanya Rp 700 miliar untuk biaya publik,'' beber Azis Zaenal yang hadir bersama Wakil Bupati Kampar Terpilih, Catur Sugeng Susanto ketika menjelaskan visi misi dan menguraikan penjelasan mengenai visi misinya dalam menjalankan Pemerintahan Kampar ke depan.

Ads
Ia mengaku miris karena untuk biaya masyarakat Kabupaten Kampar yang hampir 1 juta hanya tersisa APBD Rp 700 miliar. ''Konstruksi ini harus diubah,'' tegas Azis, dilansir potretnews.com dari GoRiau.com.

Oleh sebab itu kata Aziz, harus ada solusi agar Kampar harus maju. Salah satu adalah mengajak investor untuk membangun Kampar sesuai dengan program 3i yang digagasnya yaitu investasi, industri dan infrastruktur. "Tak ada negara maju tanpa industri. Batam, Singapura, Malaysia, Jepang, Taiwan maju karena industri. Sekarang kita tertinggal sama Thailand dan Myamnar. Karena kita asik berpolitik, berantam saja," ucapnya.

"Jangan kaget saya akan berkeliling bawa investor. Bukan menjual Kampar tapi memperbaiki Kampar. Bagaimana investor masuk, uang bertambah. Sehingga pertumbuhan ekonomi diatas empat persen," ulas Azis.

Berkaitan investasi Aziz berharap iklim usaha di Kampar kondusif. "Tak mungkin usaha maju kalau iklim tak kondusif. Pengusaha dua syarat yang dimintanya, aman dan untung. Ini tugas utama kita bagaimana investor masuk, keamanan terjaga dan investasi untung," katanya.

Pria yang masih menjabat Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Riau itu juga menginginkan uang harus berputar di Bangkinang. "Bukan tak boleh tinggal di Pekanbaru. Asisten, camat belanja di Kampar. Uang dapat dari APBD di Kampar beli Kentucki Fried Chicken, makannya di Pekanbaru. Seharusnya dibalik," ulas Azis.

Selanjutnya dalam menggunakan anggaran rakyat prinsipnya harus transparan, jangan ada kongkalingkong, dan akuntabel. "Dana daerah harus sesuai kebutuhan masyarakat jangan sesuai keinginan kita. Apa yang dibutuhkan masyarakat itu, jangan keinginan pejabat," katanya.

Dalam kesempatan ini Azis juga bicara pertanian. Dikatakan, petani Kampar harus mampu meningkatkan produksi pertaniannya baik dengan upaya intensifikasi maupun ektensifikasi.
Berkaitan urusan adat istiadat, selaku bupati Azis berpendapat bupati hanya mengayomi. "Biarkan ahli adat yang bekerja. Pemangku adat silakan jalankan adat agar anak kemenakan aman. Jangan dibalik, ninik mamak menjual pusako anak kemenakan berantam," bebernya lagi.

Begitu juga dengan Kampar sebagai Negeri Serambi Makkah, Aziz berpendapat Kampar adalah lumbung orang agamis. "Hampir semua pembantu rektor di Pekanbaru orang Kampar, rata-rata 83 persen. Kampar tidak kalah. Jangan sampai di sana orang Kampar hebat tapi di negeri sendiri tak berubah," terangnya. Aziz ingin berupaya pertahankan brand image bahwa Kampar agamis, berakhlak dan berbudaya.

"Oleh sebab itu motto saya tinggalkan politik, ke depan kita kerja kerja," tegasnya. Dia juga berjanji akan menjaring orang-orang profesional dan memberinya mandat menjalankan pembangunan. ***

Editor:
Muh Amin

wwwwww