PotretNews.com Selasa 11 Desember 2018

Banjir di Indragiri Hulu Meluas, 32 Desa Terendam

Banjir di Indragiri Hulu Meluas, 32 Desa Terendam

Ilustrasi.

Sabtu, 11 Maret 2017 20:50 WIB
RENGAT, POTRETNEWS.com - Sebanyak 32 desa di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau terendam banjir akibat sungai meluap dan bahkan sejumlah pemukiman penduduk tergenang menyusul curah hujan terlalu tinggi melanda sejumlah wilayah."Sejumlah desa itu berada di tujuh kecamatan yang rawan banjir," kata Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Inhu Paino di Rengat, Sabtu (11/3/2017) dilansir potretnews.com dari antaranews.com.

Kepala KBPBD mengatakan, banjir yang terjadi mengakibatkan sejumlah anak sungai tidak dapat menahan debit air, hingga memenuhi aliran sungai, desa yang berada di pinggiran atau dataran rendah menjadi terkena luapan air.

Hulu Sungai Indragiri kondisinya masih rawan, lanjutnya, untuk itu sebaiknya masyarakat tetap waspada banjir dan antisipasi untuk tidak mendekati wilayah yang rentan bencara banjir.

Ads
"Kami berharap beberapa hari ke depan kondisi air mulai surut," ujarnya. Ada sekira 600 paket bantuan sembako untuk korban banjir dari Bank Riau Kepri diterima oleh KPBD Inhu dihalaman Kantor Bupati Inhu untuk korban banjir disejumlah desa, sedangkan untuk saat ini status Sungai Indragiri sudah siaga satu.

Oleh sebab itu menurutnya, pemberian bantuan sembako sangat besar artinya untuk meringankan sedikit beban masyarakat korban banjir, selain itu juga hal ini merupakan wujud sinergitas antara masyarakat, dunia usaha dan pemerintah, hal ini sesuai dengan logo dari KPBD Inhu yaitu segitiga biru.

"Masyarakat sangat membutuhkan sembako, karena aktivitas sehari - hari terganggu," ujarnya. Suherman mengatakan, banjir bagi masyarakat Indragiri Hulu sudah biasa terjadi setiap tahun. "Semua berharap kerugian masyarakat tidak terlalu tinggi pascabanjir," katanya.

Namun demikian, imbuhnya, bagi warga yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri tetap menjaga keluarganya untuk tidak bermain di dekat sungai tersebut, khawatirnya rawan bencana.

Masyarakat saat dilanda banjir tidak dapat beraktivitas dengan baik, bukan saja rumah terendam tetapi lahan pertanian bisa gagal panen hingga butuh perhatian semua pihak, bukan saja dari pemerintah namun swasta. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Peristiwa, Umum, Inhu, Riau
wwwwww