PotretNews.com Rabu 22 Agustus 2018
Home > Berita > Siak

Warga Kampung Seminai akan Produksi Gula Merah dari Kelapa Sawit, Wabup Siak Alfedri: Saya Salut dengan Idenya...

Warga Kampung Seminai akan Produksi Gula Merah dari Kelapa Sawit, Wabup Siak Alfedri: Saya Salut dengan Idenya...

Wakil Bupati Siak Siak Alfedri memasukkan gula merah ke dalam plastik. (foto: istimewa)

Sabtu, 18 Februari 2017 02:03 WIB
Sahril Ramadana

SIAK, POTRETNEWS.com - Wakil Bupati (Wabup) Siak Provinsi Riau Alfedri mengatakan, permintaan para petani kelapa sawit yang ada di Kampung Seminai untuk diberikan pinjaman berupa kredit dari Bank Riau Kepri sudah disampaikan langsung kepada direksi. Bahkan, pihak bank sudah menyetujui.

"Pemkab Siak sudah mewujudkan permintaan para petani. Bahkan, kita sudah menghubungi pihak bank untuk melakukan kunjungan langsung ke lapangan. Apalagi hal itu untuk membantu masyarakat untuk membeli bibit sawit baru, karena perkebunan kelapa sawit milik petani akan direplanting," kata wabup, Jumat (17/2/2017).

Sebelumnya, masyarakat mengadu kepada Bupati Siak Syamsuar bermohon agar diberikan bantuan berbentuk pinjaman untuk membeli bibit sawit.

"Untuk itu, pihak bank akan memberikan pinjaman kredit tersebut. Pinjaman itu sebesar Rp10 juta per kartu keluarga (KK). Jadi kalau ditotalkan ada 600 KK, dengan nominal sekira Rp6 miliar. Pengambilan kredit ini nantinya, diberikan kepada petani yang kebunnya masih berproduksi, dan memiliki luas lahan 2 hektar. Jangka pinjamannya 1,6 tahun. Artinya, kalau nanti petani ingin menebang sawit, harus melunasi dulu pinjaman ke bank," imbuhnya.

Ads
Sementara, konsep yang digagas warga kampung untuk menghasilkan gula merah dari kebun kelapa sawit itu, sangat menopang ekonomi masyarakat saat replanting dilakukan.

Bahkan, Alfedri yang juga menjabat Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Siak itu memuji kreativitas yang dilakukan masyarakat di kampung itu.

"Lahan yang diolah untuk menghasilkan ’emas merah’ (gula merah) ini seluas 1 hektar. Bahkan dalam 1 bulan ini, menghasilkan Rp56 juta. Jadi sumber kehidupan masyarakat tidak terhenti. Karena, sistem yang mereka gunakan pola 2 : 1. Artinya, 2 hektar lahan ditumbang 1 hektar. Sebelum 1 hektar ditumbang, yang 1 hektarnya lagi dilakukan pembibitan untuk sumber kehidupan selama 3 tahun ke depan. Salut...," ujarnya.

Alfedri juga mengatakan, dengan berjalannya konsep itu, nantinya, akan menjadi contoh untuk kampung-kampung lain yang ada di Siak untuk lebih maju lagi.

"Saat ini, kampung ini dijadikan percontohan (pilot project). Kalau ini berjalan, mudah-mudahan bisa diikuti oleh kampung-kampung lainnya. Sehingga, replanting juga berjalan, kemiskinan baru juga tidak muncul. Bahkan, kampung ini merupakan, salah satu kampung teladan nomor 6 tingkat nasional dari 76.000 desa di tahun 2014 lalu," ungkapnya.

Sementara, di tempat yang sama, Direktur Utama Bank Riaukepri (BRK) Irvandi Gustari menyampaikan, saat ini BRK memiliki suatu fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bahkan, hanya 10 bank yang diberikan di Indonesia, dan dipercayakan oleh pemerintah pusat untuk menyalurkan kredit tersebut.

BACA JUGA:

. Apa Benar agar Dapat Dana Bantuan Kegiatan dari PT Bank Riaukepri Proposalnya Harus Diajukan lewat ”Jalur Khusus”?

"Ada 25 juta untuk mikro tanpa agunan. Bahkan pinjaman sampai Rp500 juta. Pola ini nantinya akan kami berikan untuk para petani sawit, tentunya dengan catatan mereka belum punya pinjaman dengan bank lain atau sudah lunas. Sementara, sistemnya online, tidak bisa diinput kalau memang sudah punya pinjaman di bank lain," paparnya.

Dikatakan Irvandi, pola itu sangat cocok bagi petani sawit. Karena tidak memberatkan dan memiliki pola agunan, bahkan bekerjasama dengan koperasi untuk lebih kolektif. "Terkait hal ini, saya sangat apresiasi Pemkab Siak, karena di Riau pola yang seperti ini baru pertama kalinya dilakukan. Kami sangat support," imbuhnya.

Sementara, terkait pengurusan KUR tersebut, tidak ada persyaratan khusus ketika melakukan peminjaman, masih secara umum, dan program baru ini sesuai dengan visi Bank Riaukepri, yakni mensejahterakan masyarakat melalui program UMKM.

"Artinya, kunjungan kita ke tempat ini, juga dalam rangka perkembangan dan peningkatan ekonomi kerakyatan yang digagas Bank Riaukepri,” ujar Irvandi Gustari. ***

Kategori : Siak, Riau, Umum, Pemerintahan
Tour de Siak 2018
wwwwww