PotretNews.com Sabtu 15 Desember 2018
Home > Berita > Riau

Kelok 9 Sumbar Makin Semrawut, Lapak Pedagang Kaki Lima Menjamur

Kelok 9 Sumbar Makin Semrawut, Lapak Pedagang Kaki Lima Menjamur

Pedagang kaki lima di Kelok 9.

Sabtu, 11 Februari 2017 12:45 WIB
LIMAPULUH KOTA, POTRETNEWS.com - Jembatan kelok 9 yang terletak di Kecamatan Harau, kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjadi salah satu tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara, kini semakin semrawut.Jalur di bagian paling atas jembatan yang pernah dikunjungi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudoyono itu semakin menyempit. Terlihat lapak pedagang kaki lima terlalu menjamur dan maju hingga kebadan jalan, bahkan untuk berfoto dengan pemandangan yang indah sangat sulit didapatkan.

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Limapuluh Kota memberikan peringatan dan arahan kepada pedagang untuk menjaga ketertiban.

"Bukannya kita memberikan ruang untuk berdagang diatas jembatan dan jalan layang kelok 9 ini, namun akhir-akhir ini kondisinya kian memprihatinkan. Sebab badan jalandi jalur tengah atas Kelok 9 semakin menyempit ditempati pedagang," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Limapuluh Kota, Iryanis didampingi Kabid Trantib, Delfis Azwar, Jumat (10/2/2017), dilansir potretnews.com dari minangkabaunews.com.

Ads
Bersama petugas dan staf Satpol PP lainnya, Kabid Trantib mengajak pedagang untuk bisa menjaga ketertiban dan kenyamananpengguna jalan di flyover Kelok 9. "Sebab selain mengundang bahaya, keindahan Kelok 9 juga akan terganggu dengan semrawutnya lokasi," pungkas Delfis.

Sebelumnya kepada minangkabaunews.com, pedagang yang berjualan di jembatan layang Kelok 9 bersedia untuk tertibkan. Jika ada penertiban serta penataan, pedagang berharap ada penyedian tempat bagi mereka untuk tetap membuka kios.

"Sediakan kami kios representatif, tertata dan rapi sehingga tidak mengganggu kenyamatan pengunjung atau wisatawan yang berlibur kesini," kata pedagang.

Hampir semua pedagang menyadari keindahan Kelok 9 perlu dijaga sebagai salah satu objek wisata anadalan Limapuluh Kota. Pedagang kelok semilan membuka peluang ekonomi bagi mereka.

"Biasanya kami bertani menanam sayuran sejenis kol dan cabai, sejakbeberpa bulan ini kami coba untuk berjualan di sisi jalan Kelok 9 ini," sebut Emriati (52) salah seorang pedagang di dekat taman.
.
Tidak dipungkiri, mata pencarian warga sekitar yang sebelumnya mengandalkan hutan sebagai lahan tempat mencari kayu bakar. Sekarang mulai banyak mengalihkan sumber ekonominya menjadi pedagang dipinggir jalan dan jembatan layang di sisi jalan lintas Sumbar-Riau itu. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

Kategori : Riau, Umum
wwwwww