Pemilik Panti Asuhan Tunas Bangsa Pekanbaru Tempat Penitipan Balita 18 Bulan yang Tewas Diduga Tak Wajar Menghilang

Pemilik Panti Asuhan Tunas Bangsa Pekanbaru Tempat Penitipan Balita 18 Bulan yang Tewas Diduga Tak Wajar Menghilang

Panti Asuhan Tunas Bangsa, jalan Bukitrahayu, Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru di-police line, Jumat malam (foto: goriau.com)

Sabtu, 28 Januari 2017 11:31 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Sampai saat ini, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru, Provinsi Riau sudah memeriksa lima orang saksi terkait kasus meninggalnya balita 18 bulan, anak Panti Tunas Bangsa, Kecamatan Tenayanraya. Dilansir potretnews.com dari laman GoRiau.com, lima orang tersebut dimintai keterangan untuk mengusut misteri kematian balita malang tersebut, yang diduga terdapat beberapa keganjilan. Sedangkan pemilik panti bernama Lili, sampai saat ini belum ditemukan.

"Satu saksi dari pihak keluarga, empat saksi lainnya dari pihak panti. Sudah kita segel semalam karena izin operasional panti sudah tak berlaku," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto.

Pihaknya, menurut Kompol Bimo, akan terus menyelidiki terkait kasus tersebut. "Untuk pemilik panti atas nama Lili belum kita periksa, karena dia tidak ada di sana, bahkan sampai proses penyegelan kemarin malam," ucapnya.

Selain itu, siang ini setelah Dzuhur, rencananya kepolisian dan tim dari kedokteran juga akan membongkar makam si balita, demi kepentingan otopsi. "Siang ini di tempat pemakaman," katanya.

Kemarin, Dinas Sosial dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau juga sudah mengevakuasi dua orang anak panti. Kemudian, panti tersebut ternyata juga pernah didatangi sejumlah artis kenamaan untuk memberikan sumbangan.

Namun di balik itu semua, para anak-anak panti diketahui hidup dengan kondisi sangat tidak layak. Ini terbongkar setelah Inspeksi Mendadak (Sidak) yang digelar LPA Riau, lusa lalu. ***

Editor:
Farid Mansyur

Kategori : Hukrim, Umum, Pekanbaru
wwwwww