PotretNews.com Selasa 22 Januari 2019

Dikirim oleh ”Bos Besar” dari Dumai dan Diedarkan di Pasar Bawah, Gudang Bahan Pangan Ilegal Digerebek di Pekanbaru

Dikirim oleh ”Bos Besar” dari Dumai dan Diedarkan di Pasar Bawah, Gudang Bahan Pangan Ilegal Digerebek di Pekanbaru

Plt Kepala BBPOM Pekanbaru Adrizal (kanan) dan sejumlah petugas menggerebek produk makanan kemasan ilegal dari gudang penyimpanan di Jalan Riau, Pekanbaru, Riau, Kamis (19/1/2017). (foto: indopos.co.id)

Sabtu, 21 Januari 2017 11:30 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru menggerebek gudang penyimpanan bahan pangan ilegal di Jalan Riau, Gg Riau III, Pekanbaru.Di rumah bercat warna biru muda itu, petugas yang dipimpin langsung oleh Plt Kepala Balai POM Pekanbaru Adrizal berhasil menyita 23 item bahan pangan dan kosmetik. Ditaksir nilainya mencapai Rp 500 juta.

"Kita mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya peredaran bahan pangan ilegal. Ketika kami selediki, ternyata gudangnya ada di sini," ujarnya, Kamis (19/1/2017), dikutip potretnews.com dari indopos.co.id.

Barang-barang yang disita terdiri atas bahan pangan berupa crakcers, mi instan, biskuit, dan permen. Barang-barang ini disinyalir diedarkan di sekitar Pekanbaru. "Kita duga masih di sini. Tapi ini akan kita kembangkan," jelasnya.

Petugas mendapati pemilik barang yang bernama Asiong, 38, alias Ahsan. Hanya tidak ditangkap, karena dinilai kooperatif. Dia akan dimintai keterangan untuk menelusuri dari mana mendapatkan barang-barang ilegal tersebut.

"Tidak, dia kooperatif, besok akan kita panggil untuk dimintai keterangan. Jika bukti kuat akan kita tetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

Adrizal menambahkan, menjelang tahun baru Imlek, potensi peredaran bahan pangan ilegal dari luar negeri meningkat. Sebab, permintaan menjelang Imlek untuk parsel meningkat drastis. "Biasnaya begitu, makanya akan kita awasi ketat," tegas Adrizal.

Sementara itu Asiong kepada koran ini mengatakan, bisnis terlarangnya baru ia jalani selama sembilan bulan terakhir. Ia memasarkan produknya ke toko-toko yang berada di Pasar Bawah (Pasar Wisata). "Saya lempar di Pekanbaru saja. Baru sembilan bulan ini. Ya toko toko di Pasar Bawah itu," ujarnya.

Ditanya dari mana asal barang-barang tersebut, Asiong menjelaskan bahwa barangnya didatangkan dari Dumai. Melalui bos besar yang bernama Aseng. "Saya dapatnya dari dia, bos besarnya ya dia. Saya cuma menjalankan saja. Cuma anak buah saya ini," ujarnya. ***

Editor:
Farid Mansyur

Kategori : Hukrim, Umum, Dumai, Pekanbaru
wwwwww