PotretNews.com Sabtu 18 Agustus 2018
Home > Berita > Riau

Bersama Dewan Pers, Kementerian Kominfo akan Blokir 40 Ribu Media Massa Online yang Terindikasi Langgar UU Pers

Bersama Dewan Pers, Kementerian Kominfo akan Blokir 40 Ribu Media Massa Online yang Terindikasi Langgar UU Pers

Menteri Kominfo Rudiantara (paling kanan) didampingi Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo (paling kiri) dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI di Jakarta, Rabu (8/6/2016). (foto: kominfo)

Rabu, 04 Januari 2017 23:50 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Samuel A. Pangerapan mengatakan lembaganya akan memblokir portal berita yang melanggar Undang-Undang Pers dan aturan lainnya.''Nanti ada gerakan bersama Dewan Pers, semua website yang mengaku portal berita tapi tidak ada nama perusahaannya, struktur perusahaannya, badan hukumnya, alamatnya sesuai UU Pers, engak usah lama-lama, kami blokir,'' kata dia sebagaimana dikutip potretnews.com dari tempo.co di kantornya di Jakarta, Rabu, 4 Januari 2017.

Samuel mengatakan langkah ini penting agar media sebagai pilar keempat demokrasi tetap terpelihara. Ini juga untuk melindungi kinerja wartawan dari aksi-aksi pembajakan berita yang kemudian dibumbui dan ditambah-tambahi menjadi sebuah berita tidak benar (hoax). ''Sekaligus mencegah penyebaran berita bohong yang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik.''

Menurut Samuel, akan berbahaya bila masyarakat mempercayai berita bohong dibanding berita-berita yang dihasilkan oleh para jurnalis yang bertindak sesuai dengan kode etik. ''Bisa 'chaos' (kekacauan),'' katanya.

Ads
Kementerian Komunikasi, Samuel melanjutkan, tengah menyiapkan tim untuk mencari portal-portal berita liar tersebut. Dari Dewan Pers, Samuel mendapatkan data sekitar 40 ribu portal berita. Mereka yang ingin menjadi portal berita dapat segera mengurus persyaratan layaknya perusahaan media lainnya. ''Sekarang mudah untuk mengurus perizinan,'' kata Samuel. Dalam waktu dekat, kata Samuel, Dewan Pers akan sosialisasi.

Kementerian Kominfo pada akhir Desember 2016 memblokir 11 situs, yaitu voa-islam.com, nahimunkar.com, kiblat.net, bisyarah.com, dakwahtangerang.com, islampos.com, suaranews.com, izzamedia.com, gensyiah.com, muqawamah.com, dan abuzubair.net. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

Kategori : Riau, Umum, Pemerintahan
Tour de Siak 2018
wwwwww