PotretNews.com Senin 24 September 2018

Ketua KPK Bingung Makna Tugu Antikorupsi di Riau, ”Mungkin yang Lebih Paham yang Membuatnya”

Ketua KPK Bingung Makna Tugu Antikorupsi di Riau, ”Mungkin yang Lebih Paham yang Membuatnya”

Ketua KPK, Agus Rahardjo bersama rombongan berfoto di Tugu Antikorupsi di Pekanbaru, Riau. (foto: okezone.com)

Jum'at, 09 Desember 2016 17:33 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com – Provinsi Riau menjadi tuan rumah penyelenggaraan Hari Antikorupsi Internasional (HAKI). Sejumlah pejabat pemerintahan pun turut menghadiri acara ini, seperti Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo dan Jaksa Agung, M Prasetyo.Peringatan HAKI yang setiap tahun dilakukan pada 9 Desember 2016 juga ditandai dengan pembuatan Tugu Antikorupsi yang dibangun di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pekanbaru, Riau. Gubernur Riau Arsyadjualiandi Rachman, mengajak Jaksa Agung, Ketua KPK, dan pejabat lainnya meninjau tugu tersebut.

Andi menjelaskan panjang lebar mengenai bangunan dengan tinggi 7 meter itu yang melambangkan budaya Melayu. Tugu keris menjadi bagian puncak tugu ini. Sementara bagian bawahnya menyerupai gelombang.

"Tugu antikorupsi ini namanya Tunjuk Ajar. Maknanya melambangkan budaya Melayu yakni gelombang Bono. Gelombang Bono adalah gelombang yang ada di Sungai Kampar. Gelombang Bono yang berada di Kabupaten Pelalawan sekarang jadi destinasi wisata," kata Andi, Jumat (9/12/2016).

Ads
Usai meninjau tugu yang memiliki tinggi 7 meter itu, rombongan pun menyempatkan waktu untuk berfoto bersama. Usai berfoto, Ketua KPK menyebut tidak memahami makna dari Tugu Antikorupsi itu.

"Kalau bagian bawah dekat-dekat keris, saya bisa paham sedikit seperti gelombang. Tapi kalau yang lainnya tidak paham (maknanya). Mungkin yang lebih paham yang membuatnya," tutur Agus.

Sementara itu, Endri, salah satu warga Pekanbaru yang hadir dalam kegiatan perismian tugu, menjelaskan bahwa tugu itu tidak ada kaitannya dengan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Seharusnya bentuk Tugu Antikorupsi itu bisa mengambarkan pemberantasan korupsi atau korupsi yang sekarang merajalela di mana-mana. Ini tidak nyambung antara makna dan bentuknya," ujarnya. ***

Editor:
Hanafi Adrian

Kategori : Peristiwa, Riau
Tour de Siak 2018
wwwwww