PotretNews.com Senin 17 Desember 2018

Anggota DPRD Rohil Dodi Syahputra Dorong Warga Laporkan Praktik Percaloan Honorer

Selasa, 08 November 2016 19:39 WIB
Advertorial
anggota-dprd-rohil-dodi-syahputra-dorong-warga-laporkan-praktik-percaloan-honorerAnggota DPRD Rohil Dodi Syahputra.
BAGANSIAPIAPI, POTRETNEWS.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Provinsi Riau keberatan dengan wacana pemkab setempat merumahkan ribuan tenaga honorer pada 2017.Penolakan pihak legislatif terutama karena kebijakan itu akan menyebabkan peningkatan angka pengangguran. Apalagi pihak DPRD pernah mendengar desas-desus adanya praktik percaloan dalam penerimaan honorer dulunya.

Anggota DPRD Rohil Dodi Syahputra menjawab wartawan mengatakan, laporan resmi dari masyarakat soal percaloan penerimaan tenaga honorer tersebut memang belum ada. Tapi soal isu tak sedap seputar penerimaan tenaga honor di Pemkab Rohil itu telah beredar di tengah masyarakat.

”Memang kita ada mendengar isu tidak sedap yang beredar di tengah masyarakat, terkait adanya orang yang membayar sejumlah uang untuk menjadi tenaga honorer. Kalau memang ada yang seperti itu, ya silakan saja lapor kepada aparat berwenang, karena itu kan masuk ke dalam kategori pungli,” tukas Dodi Syahputra, belum lama ini.

Ads
Dia berharap masyarakat tidak merasa takut jika memang ada yang dirugikan oleh oknum pejabat yang telah meminta sejumlah uang untuk diloloskan menjadi salah satu tenaga honorer di Rohil.

Praktik seperti itu, tutur dia, memang tidak bisa diberi keleluasan waktu untuk berkembang. Jika nantinya ada bukti otentik yang dilaporkan oleh masyarakat, harap Dodi, Pemkab Rohil harus bisa menindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

”Kalau memang salah kenapa ditutupi, kita tidak mau juga hal seperti itu terus menggurita di tengah masyarakat. Jatuhnya nanti malah membuat ketimpangan sosial juga kan, anggaran defisit, semua langkah ditempuh untuk mengantisipasinya. Terus mau bagaimana lagi dengan nasib tenaga honorer yang membayar uang ketika masuk dahulu itu, jadi kami harapkan harus ada tindakan nantinya jika memang ada laporan,” ujar Dodi. (adv/dewan/jaka)

wwwwww