PotretNews.com Rabu 26 September 2018
Home > Berita > Inhil

Riau Harus Genjot Investasi di Kawasan Industri Dumai, Tanjungbuton Siak dan Kuala Enok Inhil

Riau Harus Genjot Investasi di Kawasan Industri Dumai, Tanjungbuton Siak dan Kuala Enok Inhil

Panorama Kuala Enok di Kabupaten Indragiri Hilir.

Selasa, 25 Oktober 2016 20:29 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meminta Pemerintah Provinsi Riau menggenjot realisasi investasi di Kuartal IV/2016 dengan memanfaatkan kawasan industri.BACA JUGA:

. Wujudkan Kawasan Industri Dumai, Menko Rizal Ramli Berusaha Percepatan RTRW Kota Dumai

. Dari 73 Kawasan yang Dibangun, Pertumbuhan Industri Dumai Salah Satu Terpesat di Indonesia

Ads
. Bosowa-Pelindo I Bersinergi Kelola Pelabuhan Tanjungbuton Siak

Investor bisa menempatkan lahannya di kawasan industri Dumai, Kawasan Industri Tanjungbuton di Kabupaten Siak dan Kawasan Industri Kuala Enok di Indragiri Hilir (Inhil). Setiap kawasan tersebut menyediakan ribuan hektar lahan.

"Riau harus menggenjot investasi dengan mengembangkan kawasan industri yang sudah ada, seperti di Dumai, Tanjungbuton dan Kuala Enok," katanya saat berada di Pekanbaru, Selasa (25/10/2016) malam.

SIMAK:

. Benteng Huis Van Behauring di Bengkalis, Penjara Zaman Belanda Rumah Tahanan Para Raja Nusantara

Airlangga mengatakan tiga kawasan industri hilir tersebut merupakan pintu gerbang ekspor dan impor yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura.

Kawasan Industri Dumai merupakan satu dari 15 kawasan industri yang fokus untuk dikembangkan oleh Kemenperin khusus untuk cruide palm oil. Kemenperin, Pemprov Riau dan perusahaan pengelola kawasan industri juga bekerjasama dengan pemerintah Malaysia.

"Kami (Kemenperin) juga mendukung percepatan pembangunan Kawasan Industri Tanjungbuton dan Kuala Enok," katanya sebagaimana dikutip potretnews.com dari bisnis.com.

Dia menilai sektor perekonomian unggulan seperti CPO, minyak bumi, kelapa, karet, sagu dan lainnya masih bisa dikembangkan dengan pembukaan industri hilir.

Karena masih banyak komoditas unggulan yang masih bergantung dengan pasar internasional hingga membuat harga cenderung fluktuaktif. Pembangunan industri hilir diharapkan dapat menghilangkan ketergantungan dengan perusahaan asing.

Data terakhir, realisasi investasi Riau mencapai Rp10,44 triliun pada semester I/2016. Realisasi tersebut akan bertambah sekitar Rp5 triliun pada Kuartal III/2016. Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya menggaet investor di sisa akhir tahun ini.

"Salah satunya dengan menggelar Riau Expo 2016. Kita mengharapkan investor menanamkan modalnya di acara itu untuk menggenjot realisasi hingga akhir tahun ini," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

KAWASAN HUTAN
Namun, Andi Rachman mengeluhkan masih banyaknya kawasan hutan yang belum dilepas sesuai dengan draf Rencana Tata Ruang dan Wilayah. Dia mengharapkan Kementerian terkait dapat membebaskan 1,1 juta ha kawasan hutan tersebut.

Salah satu perusahaan semen PT Bosowa Corporindo sedang menyelesaikan proses investasi tahap awal di Riau, setelah ditunjuk sebagai perusahaan pengelola Kawasan Industri Tanjungbuton.

Salman Dianda Anwar, Vice President PT Bosowa Corporindo senada dengan Menteri Airlangga. Salman mengatakan Riau sangat strategis untuk pengembangan kawasan industri.

"Bahkan, bukan hanya CPO dan minyak bumi, Riau juga strategis untuk industri semen karena di daerah ini pembangunan infrastruktur juga tengah berjalan," kata Salman.

Bosowa juga berperan aktif menggaet investor dari luar negeri seperti industri minyak dari Taiwan CPC Corporation dan perusahaan baja dari Tiongkok yaitu Sinosteel. Dua raksasa dari Asia Timur tersebut akan membangun industrinya di Kawasan Industri Tanjungbuton.

Sementara itu, salah satu perusahaan pulp and paper yang sudah 25 tahun berdiri di Riau, PT Riau Andalan Pulp and Paper memberikan pengalamannya berinvestasi di Riau.

Rudi Fajar, Direktur PT RAPP mengatakan anak perusahaan APRIL Group tersebut tetap eksis di Riau karena Pemerintah Provinsi Riau selalu memberikan kemudahan investasi. "RAPP juga berinvestasi di bidang lingkungan dan sosial, tidak hanya urusan bisnis," katanya.

Pihak Bank daerah, Direktur Bank Riau Kepri Irvandi Gustari mengatakan juga mendukung penambahan investasi melalui kawasan industri. Hal ini bisa meningkatkan porsi kredit produktif Bank Riau Kepri. "Bank Riau Kepri adalah bank daerah yang langsung memberikan kontribusi langsung kepada Riau," kata Irvandi. *** #Semua Berita Provinsi Riau, Klik di Sini

Editor:
Fanny R Sanusi

Kategori : Inhil, Pemerintahan
Tour de Siak 2018
wwwwww