PotretNews.com Senin 19 November 2018
Home > Berita > Rohil

Pernah Jadi Penghasil Ikan Nomor 2 di Dunia, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Ingin Sektor Perikanan dan Kelautan Kembali Berjaya

Selasa, 18 Oktober 2016 23:49 WIB
Advertorial
pernah-jadi-penghasil-ikan-nomor-2-di-dunia-gubernur-riau-arsyadjuliandi-ingin-sektor-perikanan-danGubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mendampingi Kepala BPSDM-KP Ir Rifki Effendi Hardijanto meninjau salah satu kawasan perikanan tatkala berkunjung ke Bagansiapiapi, belum lama ini.
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Sejarah telah mencatat, bahwa Indonesia (yang dimaksud adalah Riau, red) pernah menjadi ekportir ikan terbesar di dunia setelah Bergen, salah satu kota yang ada di Norwegia.Adalah Bagansiapiapi, yang menjadi eksportir ikan ini salah satu kota yang modern karena hasil perikanan. Bagansiapiapi yang saat itu masih menjadi wilayah Kabupaten Bengkalis menjadi pusat pendaratan ikan terbesar. Ada ratusan kapal kapal trawl saat itu yang mendaratkan ikan di Bagansiapiapi. Berton-ton ikan, mulai dari ikan basah segar, ikan atau udang kering, ikan asin atau terasi, diekspor dari kota ini ke berbagai tempat.

Dengan kata lain, sektor perikanan dan keluatan Riau pernah berjaya. Namun bukan berarti kini tidak lagi. Potensi kelutan yang terbentang luas, kekayaan alam yang terkandung di dalamnya merupakan peluang unggulan untuk tumbuh kembang ekonomi Riau pasca-minyak dan gas.

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/31102016/potretnewscom_nqcsx_635.jpg
Perkampungan nelayan di Pulau Halang, Rokan Hilir.

Ads
"Sebagian besar wilayah kita yang terdiri lautan berpotensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Gubernur Riau Ir H Arsyadjuliandi Rachman, belum lama ini.

Pria yang akrab disapa Andi Rachman tersebut berpendapat, perlu ada pengelolaan yang lebih intens dari pihak terkait dan butuh perhatian berbagai pihak supaya mampu memberikan kontribusi yang bagus terhadap pertumbuhan perekonomian di daerah.

Oleh karenanya, suami Hj Sisilita itu berharap agar pusat, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dapat memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan perikanan dan kelautan di Riau.

Menurut Andi, dengan adanya bantuan dari pusat tentu saja pengembangan perikanan dan kelautan di Riau akan semakin maju dan meningkat. "Ini membutuhkan kerja yang sungguh sungguh. Untuk itu, Pemprov Riau memerlukan banyak masukan dari berbagai pihak," ucap Andi yang pernah menjabat Anggota DPRD Riau dan DPR RI.

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/31102016/potretnewscom_p6syp_634.jpg
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (tengah) bersama Wakil Bupati Rokan Hilir Jamiludin (kiri) mendampingi Kepala BPSDM-KP Ir Rifki Effendi Hardijanto (batik coklat) meninjau salah satu kawasan perikanan tatkala berkunjung ke Bagansiapiapi, belum lama ini.

Baru-baru ini, tepatnya Rabu (28/9/2016) Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (BPSDM-KP) Ir Rifki Effendi Hardijanto didampingi Gubernur Riau berkunjung ke Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tepatnya di Kota Bagansiapiapi. Kehadiran pejabat pusat itu untuk melihat potensi perikanan dan kelautan yang ada di Rohil.

Selama berada di Kota Bagansiapiapi, Rifki Effendi Hardijanto dan Arsyadjuliandi Rahman didampingi langsung oleh Wakil Bupati Rohil Drs Jamiludin dan Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil Muhammad Amin serta serta sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah yang ada di Kabupaten Rohil.

Lokasi yang mereka sambangi ialah gudang ikan yang ada di Kota Bagansiapiapi. Juga melihat hasil tangkap nelayan. Kepala BPSDM-KP Ir Rifki Effendi Hardijanto saat kunjungannya di Bagansiapiapi menjelaskan, kehadirannya di Kabupaten Rohil persisnya di Bagansiapiapi hanya memantau SDM yang terdapat di gudang ikan. "Kami hanya memantau saja," tutur Rifki.

Dari hasil pantauan ini, imbuh Rifki, segera dilakukan kajian guna meningkatkan SDM yang ada di gudang ikan. "Melalui SDM itu nanti, diharapkan dapat meningkatkan potensi perikanan di Kabupaten Rohil ini," sebutnya.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman secara terpisah menjelaskan, kehadiran BPSDM-KP tersebut untuk melihat potensi perikanan yang ada di Provinsi Riau. Salah satunya yakni di Kabupaten Rohil seperti di Bagansiapiapi. ”Setelah dari Dumai, kami langsung bergerak ke daerah tinjauan lainnya di Riau yakni di Kabupaten Rohil," katanya Arsyadjuliandi.

Gubernur Arsyadjuliandi mengemukakan, Kabupaten Rohil memiliki Bagansiapiapi yang dulunya sempat dikenal sebagai kota penghasil ikan. "Itu makanya, kami luang waktu untuk datang ke Bagansiapi-api," tutur Arsyadjuliandi.

Hasil tangkapan nelayan, imbuh gubernur, tidak hanya dijadikan untuk memenuhi keperluan hidup dan pasar saja. Bagaimana ikan hasil tangkapan para nelayan dapat dijadikan produk unggulan yang berasal dari Bagansiapi-api.

"Sehingga keberadaan bisa menjadi nilai tambah tersendiri bagi masyarakat," ucap Arsyadjuliandi yang sekarang menjabat Ketua DPD I Partai Golkar Riau. Usai meninjau gudang ikan yang ada di pinggiran pantai Bagansiapiapi, Rifki dan Arsyadjuliandi beserta rombongan siang itu juga langsung bergerak meninggalkan Kabupaten Rohil.

Berdayakan Pulau Jemur, Riau Gandeng Norwegia
Pemprov Riau dan Norwegia tengah menjajaki kerja sama pengembangan budidaya ikan di Pulau Jemur, Kabupaten Rokan Hilir. Norwegia menawarkan teknologi akuakultur yang diklaim ramah lingkungan untuk budidaya perairan di Riau.

"Teknisnya menggunakan teknologi tinggi keramba di perairan," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Riau Tien Mastina beberapa waktu lalu (saat ini sudah menjabat Staf Ahli Gubernur Riau). Tien mengatakan kerja sama pengembangan budidaya ikan perairan bersama Norwegia sebelumnya sudah berjalan di Kabupaten Yapen. Kerja sama tersebut sekaligus sebagai proyek percontohan di Indonesia.

Tien menyebut, Riau sebenarnya juga memiliki potensi besar untuk budidaya ikan perairan karena memiliki kontur wilayah dan perairan yang sangat mendukung budi daya ikan. Selain Pulau Jemur kata Tien, Riau juga memiliki Pulau Rupat sebagai tempat yang dianggap potensial. "Kita juga punya potensi di pulau lainnya yang sangat mendukung," ujarnya.

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/31102016/potretnewscom_yb9mj_636.jpg
Aktivitas nelayan di Telukpulai, Rokan Hilir.

Tien belum mengetahui berapa nilai kerja sama tersebut. Saat ini, kata Tien, Komisi B DPRD Riau masih melakukan penjajakan dan membahas rencana lebih lanjut bersama Norwegia.

Birokrat perempuan ini optimis kerja sama tersebut berdampak positif bagi perkembangan produksi ikan laut Riau. Sebab, Tien menambahkan, saat ini Riau tengah fokus mengembangkan budi daya ikan laut. Dengan kerja sama tersebut, produksi ikan laut Riau diprediksi bakal meningkat hingga 70 persen. "Diharapkan dapat mendongkrak produksi ikan laut Riau," ucapnya.

Kerja sama keramba ikan laut bersama Norwegia ini nantinya bakal dijalankan oleh badan urusan milik daerah (BUMD) sebagai pelaksana. Mereka kini tengah mengkaji jenis ikan yang akan dikembangkan di Pulau Jemur."Jenis ikan akan disesuaikan dengan karakteristik perairan di Riau," ujar Tien.

Tahun ini, Riau memasang target produksi ikan 100.787,52 ton, atau jauh lebih besar dari produksi tahun sebelumnya yang hanya 89,096 ton. Namun, menurut Tien, produksi ikan Riau tahun ini sedikit terusik akibat bencana banjir yang melanda Kabupaten Kampar sebagai sentral produksi ikan keramba.

Ratusan keramba dan kolam ikan warga hanyut akibat luapan arus sungai, petani keramba merugi hingga Rp 12,9 miliar. "Diperkirakan bakal mempengaruhi penurunan produksi hingga 30 persen," ujarnya.

Mengatasi hal itu, Tien mengaku tengah berupaya mengajukan bantuan benih ke Kementerian Perikanan dan Kelautan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016 melalui program budidaya ikan untuk menutupi kerugian petani keramba Kampar dan Kuantan singingi tersebut. "Ada program restoking benih untuk provinsi terdampak banjir," katanya.

Dia mengaku telah mengajukan proposal sebanyak kerugian petani keramba di Riau melalui program benih nasional itu. Menurut Tien, Riau berpeluang mendapatkan bantuan sarana dan pakan ikan. Dengan demikian, target produksi ikan keramba Riau 2016 diharapkan tetap tercapai. (adv)

Narasi:
Redaksi potretnews.com

Foto-foto:
Berbagai sumber/istimewa

wwwwww