PotretNews.com Jum'at 19 Oktober 2018

Inilah Cerita Tim Satgas di Riau yang Rela Tak Berhari Raya demi Padamkan Api

Inilah Cerita Tim Satgas di Riau yang Rela Tak Berhari Raya demi Padamkan Api

Ini penampakan lahan PT Sumatera Riang Lestari yang terbakar di Kabupaten Rokan Hilir dari udara. (foto: detik.com)

Kamis, 07 Juli 2016 13:36 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Meski Hari Raya Idul Fitri, Tim Satgas Udara Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau, tetap bekerja melakukan water bombing (nom air) di beberapa daerah terpantau satelit adanya titik api.Mereka rela tak berlebaran bersama keluarga demi menjalankan tugas negara guna memastikan Riau tetap aman dari kebakaran lahan dan hutan disebabkan para pembakar lahan saban tahunnya.

"Meski lebaran, kita tetap melakukan kegiatan water bombing pada lokasi terindikasi terjadi kebakaran lahan dan hutan," kata Kasibaseops Disops Lanud Roesmin Nurjadin, Mayor TNI (Lek) Ferry Duwantoro, Rabu, 6 Juli 2016.

Fery mengatakan, pekerjaannya sebagai prajurit TNI membuat ia harus rela tak memiliki waktu banyak berkumpul bersama keluarga, meski hari libur.

Padahal Ferry dan seluruh Tim Satgas Siaga Karlahut baik dari unsur TNI, BPBD dan Manggala Agni sangat diharapkan kehadirannya oleh keluarga di hari besar Islam ini.

Namun karena masih banyaknya para pembalak dan pembakar ketika membuka lahan menyebabkan mereka harus berjibaku dengan api di lapangan.

Hari ini, Tim Satgas terbang menuju Kabupaten Pelalawan dan Rokan Hulu. Kedua kabupaten tersebut yang terindikasi ada titik api. Di Pelalawan, kawasan yang terbakar masih di areal konservasi Taman Nasional Tesso Nili (TNTN).

"Kita terbang ke Kecamatan Langgam dan Ukui, di Kabupaten Pelalawan dan Kecamatan Rokan IV Koto, Rokan Hulu dengan menerbangkan dua unit pesawat air tractor dan satu unit heli WB ke lokasi," pungkas Ferry.

Sebelumnya, Minggu, 3 Juli 2016, kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kembali terbakar. Kebakaran ini telah terjadi sejak kemarin, Minggu, 3 Juli 2016 lalu, dengan membakar areal konsesi seluas 80 hingga 100 hektare kawasan konservasi tersebut.

Perkiraan pilot pesawat air tractor yang melakukan pemantauan, luas lahan telah terbakar di TNTN mencapai 80 hektare. "Informasi kita dapatkan dari pihak TNTN, Mulyo Hutomo, kebakaran di sana sudah mencapai seratus hektare dalam dua hari ini," kata Ferry dalam pesan pendek, Senin (4/7/2016).

Ads
Editor:
Farid Mansyur

Sumber:
Riauonline.co.id

wwwwww