Home > Berita > Inhil

Warga Desa Pebenaan di Kecamatan Keritang Inhil Merasa seperti ”Anak Tiri”

Warga Desa Pebenaan di Kecamatan Keritang Inhil Merasa seperti ”Anak Tiri”

Kantor Kepala Desa Pebenaan. (foto: kualaterapung.blogspot.com)

Rabu, 22 Juni 2016 15:30 WIB
Muhammad Yusuf
TEMBILAHAN, POTRETNEWS.com - Desa Pebenaan (disebut juga Desa Pembenahan, red) di Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau memiliki penduduk yang cukup banyak, yakni sekira 3000 KK. Namun sayangnya, meski memiliki SDM yang melimpah, desa tersebut masih terbelakang karena minimnya ketersediaan infrastruktur yang cukup di daerah tersebut. Desa yang berbatasan dengan Desa Sanglar Lama di sebalah hilir dan Desa Telok di sebelah hulu ini masih minim perhatian pemerintah.

Berdasarkan keterangan Muallimin warga setempat melalui pesan pintarnya, Senin (20/6/2016), bahkan untuk perbaikan jalan pun hanya swadaya dari masyarakat dengan gotong royong.

"Contoh lain, seperti irigasi air yg menjadi ke pentingan utama bagi petani kelapa juga tak kunjung ada pendalaman yang kini sudah sangat dangkal, dan akhirnya menghambat petaniuntuk mengeluarkan hasil panen," tutur Muallimin.

Tidak itu saja, pria yang akrab disapa Alim ini juga menuturkan selain irigasi yang tidak terperhatikan ada juga jembatan penghubung antar desa yang kini telah putus tepatnya di Parit Kepol.

Alim menuturkan putusnya jembatan penghubung tersebut karena kurangnya perawatan dan perhatian dari pemerintah setempat.

Akibat putusnya jembatan itu, mengakibatkan terhambatnya anak-anak untuk menuntut ilmu. "Jembatan memang sudah lama, dan tidak ada diperbaiki hanya swadaya saja dari masyarakat, jembatan yang dilaluipun bergoyang kalo dilewati dan membahayakn bagi masyarakat setempat jembatan tersebut menghubungkan ke enam parit yang ada di desa ini (Pebenaan, red)," tukasnya.

Untuk itu, dia berharap kepada pemerintah untuk segera turun tangan menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan yang ada.

"Kami tentunya mengharapkan kepada pemerintah untuk cepat tanggap atas persoalan kami saat ini. Sekarang kami merasa seperti ’anak tiri’," tukasnya. ***

Kategori : Inhil, Umum
wwwwww
www.amsi.or.id