PotretNews.com Sabtu 23 Juni 2018

Menatap Program Strategis Harris-Zardewan 5 Tahun ke Depan Melalui Visi Inovasi Menuju ”Pelalawan EMAS”

Menatap Program Strategis Harris-Zardewan 5 Tahun ke Depan Melalui Visi Inovasi Menuju ”Pelalawan EMAS”

Pelaksana Tugas Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman memasang tanda jabatan berbentuk ”jengkol” ke dada HM Harris sebagai Bupati Pelalawan Periode 2016-2021, usai dilantik bersama wakilnya H Zardewan. (foto: istimewa)

Rabu, 27 April 2016 23:45 WIB
Advertorial
PANGKALANKERINCI, POTRETNEWS.com – Duet HM Harris-H Zardewan resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan Periode 2016-2021 setelah dilantik Pelaksana Tugas Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, Jumat (22/4/2016) petang.https://www.potretnews.com/assets/imgbank/05052016/potretnewscom_uybsv_405.jpg
Plt Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman melantik HM Harris dan Zardewan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan Periode 2016-2021  (pasangan sebelah kanan) di Gedung Kemendagri di Jakarta, Jumat (22/4/2016). (foto: istimewa)

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/05052016/potretnewscom_rdmv5_406.jpg
HM Harris (kiri) dan Zardewan menandatangani berita acara pelantikan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan Periode 2016-2021, di Gedung Kemendagri di Jakarta, Jumat (22/4/2016). (foto: istimewa)

	https://www.potretnews.com/assets/imgbank/05052016/potretnewscom_whttr_408.jpg
HM Harris dan H Zardewan (sebelah kiri) foto bersama Menko Polhukam Luhut B Panjaitan (nomor 5 dari kiri), Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (nomor 4 dari kiri), Ketua KPU Husni Kamil Manik (nomor 4 dari kanan), Plt Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman (nomor 3 dari kiri), Anggota DPR RI Rambe Kamarul Zaman (nomor 5 dari kanan), usai pelantikan di Gedung Kemendagri di Jakarta, Jumat (22/4/2016). (foto: istimewa)

Ads
Pelantikan dwitunggal ini tergolong spesial karena bukan saja dilakukan di Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, tetapi langsung disaksikan sang menteri, Tjahjo Kumolo. Selain itu, terlihat juga tamu penting lainnya seperti Menko Polhukam Luhut B Panjaitan dan Ketua KPU Husni Kamil Manik.

Acara pelantikan usai. Sepertinya Harris-Zardewan telah sepakat untuk tidak berlama-lama di Jakarta apalagi sekadar ”berpesta”. Karena di Pangkalankerinci, ibu kota kabupaten yang mereka pimpin, ribuan masyarakat menanti dengan sukacita untuk menyampaikan ucapan selamat kepada keduanya, sang pemimpin pilihan rakyat!

Terpilihnya Harris sebagai bupati untuk kali kedua, bisa disebut sebagai gambaran bahwa mayoritas masyarakat masih menginginkan sentuhan tangan dingin politisi senior Partai Golkar tersebut. Kepercayaan rakyat kepada Harris, tentu tak datang sendiri dari langit. Mandat yang mereka berikan kepada mantan Ketua DPRD Pelalawan dua periode itu, tak terlepas dari keberhasilan program-program digulirkannya selama kepemimpinannya 5 tahun pertama.

Kini setelah dilantik, ada kesan, warganya seperti tak sabar, kapan Harris bersama Zardewan melanjutkan program fenomenalnya yang telah berhasil menyentuh atau dirasakan mayoritas warga kabupaten yang resmi berdiri pada 12 Oktober 1999, itu.

Memang, pada beberapa kesempatan pasca-terpilih melalui Pilkada Serentak 9 Desember 215, Harris dengan konsisten selalu menyebut kalau dirinya masih memprioritaskan dan fokus pada tujuh program strategis sebagai acuan atau arah untuk membangun Kabupaten Pelalawan. Apalagi, empat program yang digagasnya itu, masuk menjadi program nasional.

Kemudian, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten menempatkan ketujuh program strategis ini, sebagai acuan dan pedoman membangun wilayah tersebut. Untuk diketahui, RPJPD dan RPJMD Pelalawan juga selaras dengan RPJMD Provinsi Riau.

Meski demikian, dalam suatu perbincangan khusus dengan potretnews.com, baru-baru ini, Harris berpendapat untuk merealisasikan semua rencana itu, tentu saja harus memperoleh dukungan semua lapisan masyarakat.

Berharap Dukungan Tulus Masyarakat
Menurut Harris, dukungan tulus masyarakat akan meningkatkan performa dan kepercayaan dirinya bersama Zardewan untuk mewujudkan tujuh program tersebut secara tuntas. Untuk mengukur apakah program itu bisa disebut berhasil atau gagal, imbuh Harris, haruslah menunggu hingga kepemimpinan mereka usai pada tahun 2021.

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/05052016/potretnewscom_wxtwp_409.jpg
Bupati Pelalawan HM Harris beserta Wakil Bupati Zardewan, masing-masing bersama istri, saat acara syukuran di Pangkalankerinci, Sabtu (23/4/2016) malam. Harris menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi masyarakat pada pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember 2015 sekaligus keberhasilan menjaga persatuan dan kesatuan. (foto: istimewa)

Dia optimis, dengan pengalamannya sebagai legislator di DPRD Pelalawan, memimpin Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi), pernah menjadi wakil bupati, plt bupati dan bupati, cita-cita menjadikan wilayah yang dipimpinnya menjadi sebuah kabupaten mandiri atau ekonomi mandiri, aman dan masyarakatnya sejahtera, dengan slogan ”Pelalawan EMAS” (Ekonomi Mandiri Aman dan Sejahtera), bakal menjadi kenyataan.

Berharap Pelalawan EMAS Terwujud Tahun 2021
”Saya berharap, setelah berakhirnya, jabatan periode kedua nanti, program ’Pelalawan EMAS' sudah terwujud sesuai konsepnya. Batin saya akan puas, kalau masyarakat menikmati atau merasakan hasil karya pemimpinnya,” kata HM Harris.

Dia mengklaim, saat ini tujuh program strategis sudah dirasakan masyarakat dan menjadikan Pelalawan sejajar dengan kabupaten terkemuka di Indonesia. Apa yang telah dikerjakan Harris 5 tahun lalu dan sekarang dilanjutkannya adalah semata-mata ingin membawa dan menjadikan Pelalawan menjadi salah satu kabupaten terbaik di Nusantara.

Selama 5 tahun kepemimpinannya, HM Harris senantiasa memperkuat upaya-upaya pembangunan yang disesuaikan dengan kondisi dan tantangan saat ini dan tantangan globalisasi.

Dengan dasar pijakannya memimpin ialah visi yang digariskan para inisiator dan pendiri Kabupaten Pelalawan, yaitu terwujudnya Kabupaten Pelalawan yang maju dan sejahtera, melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang didukung oleh pertanian unggul dan industri tangguh dalam masyarakat yang beradat, beriman, bertakwa dan berbudaya Melayu 2030.

"Harus kita akui dan sadari, bahwa tantangan yang kita hadapi saat ini tidak lagi dapat dikelola dengan cara-cara biasa seperti dulu. Situasi sekarang mengharuskan kita untuk mengubah pola pikir, pola bertindak, pendekatan kebijakan yang berbasis pengetahuan dan teknologi. Artinya, bahwa pengelolaan ekonomi yang hanya mengandalkan kelimpahan sumberdaya alam saja tidak akan bertahan bagi kelangsungan ke depan," tutur Harris.

Dia berpendapat, sudah semestinya, pengelolaan pembangunan harus dilakukan secara efektif dan efisien dengan mengedepankan penguatan sistem inovasi. Dengan demikian, daya saing daerah dapat terwujud sebagai langkah awal untuk mensejahterakan masyarakat dan memacu kemajuan daerah. "Intinya, kita harus kreatif dan terus melahirkan inovasi-inovasi baru."

Bagaimana mencapai sasaran tersebut ditambah dengan kondisi serta tantangan yang ada, maka pemerintah telah merumuskan visi pembangunan yakni 'Pembaharuan Menuju Kemandirian Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Pelalawan'.

"Dengan capaian target saat ini, kondisi sekarang telah berbeda jauh dari kondisi beberapa tahun sebelumnya. Sekarang pelayanan umum kepada masyarakat sudah semakin membaik, indikator keberhasilan pembangunan ekonomi meningkat, jumlah unit infrastruktur yang dibangun semakin banyak. Hal ini sebagai konsekuensi dari program pembangunan yang dilakukan pemerintahan daerah pada dua periode sebelumnya dan begitu juga dampak dari pelaksanaan pembangunan yang dikoordinasi oleh pemda, termasuk peran swasta dan dunia usaha yang terus meningkat sebagai efek membaiknya daya saing dan terjaganya suasana kondusif," paparnya.

Tanpa bermaksud jumawa, dia membeberkan tingkat keberhasilan pembangunan dalam jangka waktu satu tahun terakhir berdasarkan Target Capaian Utama RPJMD 2011–2016, di penghujung masa kepemimpinannya, yang meliputi penurunan tingkat kemiskinan dan mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi.

Kemudian, penyediaan lapangan kerja sehingga tingkat pengangguran terbuka tidak melebihi angka 4,20 persen, tingkat kualitas hidup masyarakat yang ditunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mendekati rata-rata IPM Provinsi Riau, serta membaiknya kinerja keuangan daerah.

"Pertambahan investasi di Kabupaten Pelalawan dalam beberapa tahun terakhir ini sebagian besar memang berupa ekspansi pada perusahaan-perusahaan yang sudah ada," sebut pria kelahiran Langgam, 2 Februari 1950 itu.

Suami dari Hj Ratna Mainar ini mengakui, pertambahan investasi yang cukup besar di Kabupaten Pelalawan ini tentu tidak lepas dari upaya-upaya Pemerintah dalam mempromosikan potensi daerah, serta upaya semua pihak dalam melindungi investasi yang sudah ada.

Namun menurut dia, yang lebih penting dari itu ialah komitmen semua lapisan masyarakat untuk selalu menjaga suasana kondusif bagi berkembangnya investasi. Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi yang besar serta kenyamanan daerah secara otomatis mengundang pihak luar masuk ke Kabupaten Pelalawan dengan rata-rata 5 persen dari jumlah penduduk per tahun.

Saat ini, dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia, Mengoptimalkan Pemanfaatan Sumberdaya Ekonomi, serta Meningkatkan Daya Saing Daerah menuju Peningkatan Daya Saing Nasional, ditetapkan 7 Prioritas Pembangunan Daerah, yakni;

1. Pelalawan Sehat
Program Pelalawan Sehat ini mulai dicanangkan sejak tahun 2010. Tujuannya yakni sebagai upaya menciptakan kondisi sehat di daerah ini yang dimulai dari sehat lingkungan dan kemudian mewujudkan sehat individual penduduk.

Gerakan Pelalawan Sehat ini diselenggarakan dengan memperkuat prakarsa masyarakat dan menghidupkan kembali budaya gotong-royong dalam membersihkan lingkungan pemukiman.

Meskipun belum berhasil sepenuhnya membangkitkan inisiatif masyarakat secara menyeluruh, tetapi program gotong royong di setiap kecamatan yang diprakarsai pemerintah daerah ini telah memberikan dampak positif bagi penyadaran pentingnya menjaga lingkungan sehat dan menciptakan pola hidup sehat.

Program Pelalawan Sehat ini berdampak pada berkurangnya angka kesakitan, berkurangnya endemi penyakit menular, dan meningkatnya umur harapan hidup masyarakat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

2. Pelalawan Cerdas
Program Pelalawan Cerdas yang saat ini tengah digalakkan oleh Pemkab Pelalawan merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperkuat penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang selama ini dilaksanakan.

Program pendidikan ini dilaksanakan secara lebih fokus dan terarah guna menekan angka putus sekolah serta meningkatkan angka partisipasi murni semua jenjang pendidikan. Sehingga dengan begitu, rata-rata lama sekolah penduduk di Kabupaten Pelalawan meningkat.

Mulai tahun ajaran 2013/2014 Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah menjalankan Program Pendidikan Gratis 12 tahun atau sampai jenjang SLTA. Dengan pengertian tidak ada lagi pungutan-pungutan di sekolah menyangkut operasional sekolah, penyediaan buku pokok dan LKS, pungutan biaya penerimaan siswa baru, biaya belajar mengajar, biaya ujian, apalagi biaya pembangunan sarana dan prasana sekolah. Bagi siswa miskin bahkan disediakan pakaian dan kelengkapan sekolah lainnya.

Sehingga dengan begitu, tidak ada alasan lagi bagi penduduk usia sekolah 7–18 tahun yang tidak bersekolah di daerah ini. Program pendidikan gratis ini diberlakukan terutama di sekolah negeri. Namun demikian, sekolah swasta tetap diberikan subsidi, sesuai kebutuhan dan kecukupan anggaran pemerintah daerah. Pelaksanaan pendidikan gratis tentu saja dijalankan dengan tetap mengutamakan mutu pendidikan itu sendiri.

Diakuinya bahwa pada masa transisi, saat awal pemberlakuan program pendidikan gratis ini, masih banyak menimbulkan pro dan kontra dan ketidaksamaan persepsi baik di masyarakat dan juga pada para pelaku pendidikan. Disadari bahwa alokasi anggaran masih memiliki kelemahan dan kekurangan. Tindakan antisipasi yang kurang tepat menyebabkan masyarakat mempertanyakan program pendidikan gratis tersebut.

Atas nama, pemerintah kabupaten, Harris memohon maaf kepada masyarakat jika dalam masa awal pelaksanaan program pendidikan gratis ini masih banyak ditemukan permasalahan dan belum terwujud sebagaimana diharapkan. Namun saat ini pemerintah daerah terus melakukan upaya penyempurnaan.

Di samping itu terus memperkuat pemahaman pelaku pendidikan sebagai pihak terdepan dalam menjalankan program ini, alokasi anggaran terus diperbaiki. Tentu saja alokasi tersebut berdasarkan kebutuhan sekolah bukan berdasarkan keinginan pengelola.

3. Pelalawan Terang
Program Pelalawan Terang merupakan upaya pemerintah daerah yang memfokuskan peningkatan elektrifikasi rumah tangga. Kemudian pada gilirannya akan meningkatkan aktivitas perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat. Selama ini jumlah rumah tangga di Kabupaten Pelalawan yang teraliri listik 24 jam baru mencapai 21,17 persen. Di tahun 2016, setidaknya 50 persen lebih rumah tangga di Kabupaten Pelalawan telah menikmati listrik 24 jam.

Sejalan dengan program pengembangan listrik oleh PT PLN, Pemerintah Kabupaten Pelalawan memfasilitasi dibangunnya pembangkit listrik. Misi Pemerintah Daerah telah dijalankan dengan baik oleh PT Langgam Power yang merupakan konsorsium antara BUMD Tuah Sekata dengan PT Navigate Energy Jakarta.

PT Langgam Power sekarang telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG), dengan gas yang dipasok oleh PT Energi Mega Persada (Kalila). Pada tahap awal PLTMG tersebut dibangun dengan kapasitas 15 MW yang dioperasionalkan Agustus 2013 lalu.

Dengan beroperasinya PLTMG PT. Langgam Power ini, maka kekurangan daya listrik di Kabupaten Pelalawan umumnya dan Pangkalan Kerinci khususnya telah teratasi. Jika terjadi listrik padam, hal tersebut lebih disebabkan gangguan jaringan.

Berdasarkan permintaan PT PLN, PT Langgam Power membangun mesin baru berkapasitas 15 MW lagi sebagai tambahan. Dan ini akan terus ditambah sesuai permintaan termasuk diproyeksikan untuk penyediaan listrik yang dibutuhkan Kawasan Teknopolitan Pelalawan nantinya.

Selain memfasilitasi dibangunnya pembangkit listrik, pemerintah daerah juga membantu PT PLN membangun jaringan listrik di desa-desa melalui programnya.

4. Pelalawan Lancar dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan (PPIDK)
Program Pelalawan Lancar merupakan salah satu upaya perkuatan dan perluasan pembangunan sarana dan prasarana perhubungan yang selama ini telah rutin dilaksanakan. Perkuatan serta perluasan menyangkut pembangunan dan peningkatan jalan guna memperlancar arus orang dan arus barang.

Sejalan dengan Program Pelalawan Lancar, Pemerintah Daerah juga melaksanakan Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan atau PPIDK. Selain dimaksudkan untuk mendorong percepatan penyediaan infrastruktur dasar di pedesaan, pola yang dilaksanakan juga ditujukan untuk mendorong penguatan otonomi desa, memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan, dan memobilisasi swadaya dan prakarsa masyarakat di pedesaan.

PPIDK dilaksanakan dalam bentuk pemberian dana stimulus dengan kisaran Rp 400–500 juta per desa/kelurahan. Penggunaan dana dimusyawarahkan masyarakat untuk membangun infrastruktur yang sangat dibutuhkan desa, kemudian dilaksanakan dan diawasi oleh masyarakat desa itu sendiri.

5. Program Peningkatan Ketahanan Pangan dan Perkebunan
Program intensifikasi padi di Kualakampar merupakan wujud dari kepedulian Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam menciptakan ketahanan pangan secara nasional. Kualakampar sebagai lumbung pangan di daerah ini memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan ditingkatkan dengan pola tanam dua kali setahun. Produksi beras Pelalawan telah mencapai 42 ribu ton, dan di tahun 2016 ini menjadi 61 ribu ton.

Diakui Harris, ini bukan pekerjaan mudah dan perlu kesungguhan terutama membangun infrastruktur pendukung seperti pengairan, akses jalan dan dermaga serta balai benih.

Langkah-langkah yang diambil saat ini, Pemkab Pelalawan berkeyakinan bahwa target produksi dapat tercapai, asal para petani ikut mendukung program yang dilaksanakan pemerintah.

Selain komoditas padi, dalam rangka menciptakan ketahanan pangan ini Pemkab Pelalawan juga mendorong produksi ternak dan perikanan. Bantuan peternakan dan perikanan juga cukup besar diberikan ke masyarakat. Demikian juga di sektor perkebunan, Pemkab Pelalawan terus memberikan dukungan sarana produksi berupa bibit dan pupuk terutama komoditas sawit dan karet.

6. Pengembangan Objek Wisata Bono
Pengembangan objek wisata di Pelalawan dengan menjadikan bono sebagai ikon utama, selain objek-objek pendukung lainnya seperti Istana Sayap di Pelalawan, Tugu Equator di Pangkalan Lesung, Pusat Budaya Petalangan di Betung dan Taman Nasional Tesso Nilo di Ukui.

Beberapa dokumen perencanaan telah disiapkan dan aktivitas promosi terus dilancarkan. Promosi merupakan upaya utama yang dilakukan agar Bono lebih dikenal luas.

Berdasarkan kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah, Pemkab Pelalawan juga secara bertahap melakukan penanganan infrastruktur, menggelar even seni dan budaya guna menambah daya tarik pengunjung.

7. Program Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan
Pembangunan Kawasan Teknopolitan, Kabupaten Pelalawan kini telah ditetapkan dan telah divalidasi menjadi Kawasan Perhatian Investasi ke-24 di Koridor Ekonomi Sumatera dengan proyek utamanya Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan.

Kawasan Teknopolitan Pelalawan merupakan suatu kawasan industri yang terpadu dengan perguruan tinggi sebagai pencetak tenaga kerja terampil dan pusat riset sebagai pendorong inovasi. Kawasan Teknopolitan dibangun atas dukungan investasi swasta dan pemerintah.

Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan merupakan inisiatif Pemkab Pelalawan mewadahi pencapaian visi MP3EI 2011-2025 sekaligus realisasi pencapaian sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pelalawan 2011-2016.

Konsep Kawasan Teknopolitan Pelalawan, menyiapkan suatu kawasan khusus yang memiliki keunggulan komparatif dan diminati oleh investor, terutama untuk industri yang akan memberikan nilai tambah produk unggulan daerah yakni industri hilir kelapa sawit yang didukung penguatan inovasi dari aktivitas Perguruan Tinggi dan Pusat Riset.

Apalagi Kabupaten Pelalawan yang berada pada Koridor Ekonomi Sumatera berperan strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.

Selain berada pada posisi konektivitas yang istimewa, Kabupaten Pelalawan juga memiliki sumberdaya alam (SDA) yang sangat potensial dengan komoditi kelapa sawit, perkayuan, gas, minyak bumi dan batubara yang juga menjadi komoditi andalan Koridor Ekonomi Sumatera.

Usia Kabupaten Pelalawan, memang baru 16 tahun. Namun, melihat pesatnya pembangunan dalam kurun 5 tahun terakhir, kawasan ini seperti telah berdiri puluhan tahun lampau. Pelalawan yang kita lihat hari ini tentu tidak dibangun dalam satu malam seperti dalam dongeng atau cerita dunia pewayangan. Tentu ada sosok bertangan dingin dan visioner yang telah bekerja tulus hingga melahirkan program pro-rakyat nan inovatif. Selamat bertugas Harris-Zardewan! ***

loading...
PMB Unilak 2018/2019
wwwwww