PotretNews.com Rabu 08 April 2020
Home >  Berita >  Riau

Diterjang Banjir, 2.481 Hektar Sawah di Riau Gagal Panen

Diterjang Banjir, 2.481 Hektar Sawah di Riau Gagal Panen

Ilustrasi/Sawah diterjang banjir di Riau. (foto: tribunpekanbaru.com)

Selasa, 16 Februari 2016 22:38 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Bencana banjir yang merendam sejumlah wilayah Riau menyebabkan 2.481 hektar sawah gagal panen (puso). Riau terancam mengalami penurunan produksi beras hingga 6.000 ton tahun ini. "Sawah yang rusak akibat banjir jelas berpengaruh terhadap produksi beras tahun ini," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Riau Patrianov, Selasa (16/2/2016).

Patrianov menyebutkan luas lahan sawah yang sudah ditanami di Riau saat ini mencapai 15.521 hektar. Seluas 10.583 hektar terendam banjir akibat meluapnya sejumlah anak sungai di tiga kabupaten. "Dari luas lahan yang terendam, terdapat 2.481 hektar dipastikan puso," ujarnya.

Menurut Patrianov, kerusakan sawah terbesar terjadi di Kuantan Singingi. Total terdapat 9.637,35 hektare sawah yang ditanam di Kuantan Singingi, seluas 8.007 hektar di antaranya terendam banjir. Terdapat 1.014 hektar dipastikan puso.

Banjir juga menenggelamkan petakan sawah di Kampar. Dari 2.805 hektar sawah yang sudah ditanam, 2.336 hektar di antaranya terendam banjir. Sebanyak 1.434 hektar sawah dipastikan puso.

Sedangkan di Indragiri Hulu, dari 464 hektar sawah yang sudah ditanam, terdapat 65 hektar terendam banjir. Sebanyak 16 hektar mengalami puso.

Menurut Patrianov, rusaknya petakan sawah seluas 2.481 hektar di Riau dikhawatirkan berpengaruh terhadap penurunan produksi beras Riau. Diperkirakan Riau kehilangan produksi beras mencapai 6.000 ton sebagai dampak bencana banjir.

Jumlah sawah puso, Patrianov menambahkan, diperkirakan bakal terus bertambah mengingat banjir di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi belum surut akibat meluapnya sungai Batang Kuantan.

Meski demikian, kata Patrianov, Riau masih optimistis dapat memenuhi target produksi beras tahun 2016 sebanyak 406.996 ton. Sebab, kata dia, dari pengalaman sebelumnya, Riau juga sempat mengalami gagal panen ribuan hektare sawah.

Namun target produksi tetap terpenuhi bahkan meningkat 2,5 persen dari tahun 2014 sebanyak 393.917 ton di tahun 2015. "Petani masih memiliki kesempatan melakukan penanaman kembali pada periode Maret nanti," ujarnya.

Agar target produksi tetap terpenuhi, kata Patrianov, pemerintah daerah bakal menyalurkan 25 kilogram bibit padi untuk satu hektar sawah yang terendam banjir tersebut. Bibit padi akan disalurkan melalui program bibit nasional yang telah dianggarkan Kementerian Pertanian melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara. ***

       
        Loading...    
           
(Mario Abdillah Khair)
Kategori : Riau, Peristiwa
Sumber : Tempo.co
Loading...
www www