Bupati dan Wakil Bupati Kuansing Bertengkar, Pengamat: Gubernur Jangan Diam Saja, Harus Segera Mendamaikan
![]() |
Sukarmis (kiri) dan Zulkifli. |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Pengamat politik dan pemerintahan Dr Mexasai Indra SH MH menilai, pertengkaran Bupati dan Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, tidak etis. Sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah mestinya bisa saling menahan diri.
Masing-masing harus mengedepankan etika pelaksanaan pemerintahan di daerah. Tentu saja dengan perpecahan tersebut mempengaruhi masyarakat sampai kelas bawah.Menurut dosen Universitas Riau ini, ada persoalan yang mempengaruhi timbulnya perseteruan. Yakni belum adanya kejelasan putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan pelaksanaan Pilkada di Kuansing.Kondisi yang menyeret para birokrat menjalankan poltik praktis. Adanya polarisasi menjadikan pemerintahan terbelah. Kondisinya itu sangat berbahaya.Maka tak heran perseteruan akan terus terjadi selama masing-masing pihak tidak berupaya menahan diri sembari menunggu putusan MK.




















