Demi Gafatar, Pasangan Suami Istri PNS di Kabupaten Siak Tinggalkan Tugas dan Kampung Halaman
![]() |
Ilustrasi. |
Jum'at, 29 Januari 2016 22:26 WIB
SIAK, POTRETNEWS.com - Cerita tentang organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ternyata juga mendera Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Riau. Pasalnya, sebanyak dua keluarga di sana pindah habis tanpa diketahui ke daerah mana. Camat Sabak Auh Suparni mengatakan, kepergian dua keluarga itu terhitung sejak enam bulan lalu karena merasa terkucil dari pergaulan. Sebab mereka membawa paham yang dianggap menyimpang.Sejak pergi hingga sekarang, mereka tidak pernah pulang. Bahkan, seluruh asetnya, seperti rumah dan tanah sudah berpindah tangan ke orang lain atau dijual."Saat berita tentang Gafatar merebak di Tanah Air, kami coba menghubungi mereka, namun tidak bisa. Semua orang memang mengira mereka bergabung dengan organisasi itu," kata Suparni, Jumat (29/1/2016).Dari dua keluarga di Sabak Auh, ternyata ada yang menyandang status PNS. Adalah keluarga Zulkifli bersama istrinya Yuli. Mereka tercatat sebagai guru di salah satu SMP di Kampung Langkat, Kecamatan Siak Kecil, Bengkalis dan bertempat tinggal di Sabak Auh, Siak. Zulkifli dan Yuli membawa anaknya, Arya ikut angkat kaki dari kampung halaman menuju daerah jauh. Warga sekitar juga tidak tahu rencana perantauan yang ditempuh keluarga Zulkifli itu.Camat beserta unsur pemerintahan kampung sudah mencoba mengumpulkan informasi terkait keberadaan Zulkifli dan keluarganya. Namun tidak diketahui secara jelas. Bahkan, Camat juga mencari informasi ke sekolah tempat istri Zulkifli, Yuli mengajar, juga tidak diketahui."Kata rekannya sesama guru di tempat dia mengajar, memang yang bersangkutan sudah lama tidak masuk untuk mengajar," papar Suparni.Kemudian, Bagaskara bersama istrinya Siti Aisyah Al beserta putrinya Nurhaliah juga hilang tak jelas rimbanya. Warga Kampung Pedada, Kecamatan Sabak Auh itu disebut-sebut bergabung dengan Gafatar sedangkan Bagaskara disebut-sebut telah menjadi pengurus Gafatar.Selain dua keluarga itu, juga ada satu warga Kampung Rempak,Siak Ulfa Sri Nanda yang hilang meninggalkan jejak. Padahal, ia tercatat sebagai mahasiswijurusan administrasi, FISIP, Universitas Riau. Meskipun pihak keluarga sudah tunggang langgang mencari keberadaan Ulfa, perempuan yang terbilang manis itu tak kunjung ditemukan.Menurut Suparni, dua keluarga dan satu mahasiswi yang meningalkan kampung halamannya awalnya memang dicurigai masyarakat. Pemikirannya tentang agama selalu menimbulkan kontroversi dan sulit diterima masyarakat sekitar. Meskipun pada awalnya orang-orang tersebut terbilang aktif pada kegiatan-kegiatan sosial. ***






















