Kasus Korupsi Lahan Bakti Praja, Mantan Bupati Pelalawan Azmun Jaafar Jalani Sidang Perdana
![]() |
Suasana sidang Azmun Jaafar. |
Rabu, 27 Januari 2016 17:33 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Mantan Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar jalani sidang perdana terkait dugaan korupsi lahan Perkantoran Bhakti Praja, Rabu (27/1/2016) siang di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Pekanbaru. Dia hadir mengenakan rompi tahanan korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalan Kerinci.
Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ari Purnomo SH dan Doni SH, Tengku Azmun dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara, dalam hal pembelian lahan untuk pembangunan tersebut."Sebagai Bupati Pelalawan pada tahun 2001 hingga 2007, terdakwa Tengku Azmun Jaafar, telah turut serta secara bersama-sama dengan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pelalawan, Syahrizal Hamid, mantan Wakil Bupati Pelalawan Lahmudin dan Marwan Ibrahim, (ketiganya telah dipidana) melakukan perbuatan melawan hukum secara berkorporasi yang merugikan keuangan negara pada pembelian lahan tersebut," ujar JPU dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim, Rinaldi Triandiko SH.Kasus ini, terjadi pada tahun 2001. Saat itu, Azmun memanggil Syahrizal Hamid dan menyampaikan kerisauannya tentang keinginannya mencari lahan untuk perkantoran terpadu Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pelalawan.Selanjutnya pada tahun 2002, terdakwa kembali menyampaikan kepada Syahrizal Hamid, bahwa ada orang yang mau menjual lahan kebun sawit milik PT Khatulistiwa yakni David Chandra seluas 110 hektare (Ha) yang berlokasi di KM 5 Logging RAPP RT 1 RW 2 Dusun 1 Harapan, Desa Sei Kijang, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan.





















