Gawat! Anak-anak SD di Kepulauan Meranti Telan Obat Batuk Berlebihan agar Mabuk

Gawat! Anak-anak SD di Kepulauan Meranti Telan Obat Batuk Berlebihan agar Mabuk

Ilustrasi anak-anak yang mabuk karena mengonsumsi obat batuk berlebihan.

Kamis, 01 Oktober 2015 06:19 WIB
SELATPANJANG, POTRETNEWS.com - Bahaya sedang mengancam generasi penerus bangsa yang ada di Desa Centai, Kecamatan Pulaumerbau Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Pihak terkait diharapkan bisa mencegah agar kedepan generasi penerus di Meranti tidak terjebak hal-hal negatif yang membahayakan bisa diri dan orang lain.


Menurut informasi salah seorang warga Centai yang enggan namanya disebutkan, saat ini banyak anak-anak mengkonsumsi obat batuk merk Komix agar mabuk. Komix itu dikonsumsi secara berlebihan sehingga kandungan kimia yang terdapat di dalamnya bisa menyebabkan mabuk."Kondisi ini terus terjadi, kita takut anak-anak di Centai akan rusak," ujar warga itu.

Ditambahkannya lagi, selain akan berdampak buruk bagi kesehatan (jangka panjang, red), saat mabuk tak ayal anak-anak itu melakukan tindakan yang negatif. "Kan ini bisa mengganggu kenyamanan dan keamanan warga juga," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Centai M Latif, ketika dikonfirmasi, Rabu (30/9/2015) membenarkan hal tersebut. Kata Latif, tidak hanya anak usia sekolah menengah, malah anak-anak kecil pun mengkonsumsi Komix secara berlebihan agar mabuk.

"Mereka mengonsumsi obat batuk itu untuk fly. Ini sangat membahayakan mereka," ujarnya.

Guna mencegah merebaknya kegiatan negatif anak-anak di Centai ini, kata M Latif lagi, mereka sudah menggelar seminar kesehatan ke sekolah-sekolah. Selain itu, kepada pihak penjual, juga diminta agar tidak sembarang menjual obat batuk itu.

"Kalau mereka membeli satu tidak masalah. Kalau membelinya banyak, penjual harusnya bertanya atau tidak usah menjual sama sekali. Ada penjual yang mengerti ada juga yang masih menjual," kata Latif lagi.

Untuk itu, M Latif juga berharap dinas terkait seperti Diskes Meranti agar bisa turun ke Centai untuk memberikan pengetahuan ke anak-anak tentang bahayanya mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan.***

Sumber:GoRiau.com
wwwwww