Berlagak seperti Polisi, Rampok Bersenpi Sandera Sopir di Inhu, Truk Beserta Muatan Sawit dan Uang Jalan Dibawa Kabur

Berlagak seperti Polisi, Rampok Bersenpi Sandera Sopir di Inhu, Truk Beserta Muatan Sawit dan Uang Jalan Dibawa Kabur

Ilustrasi

Senin, 07 September 2015 23:51 WIB
RENGAT, POTRETNEWS.com - Perampok bersenjata api (senpi) kembali beraksi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Sabtu (5/9/2015) sekira pukul 19.30 WIB. Peristiwa itu terjadi di ruas Jalan Lintas Rengat - Pematang Reba, Lingkungan Sei Rambutan, Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat.
Kali ini dialami seorang sopir truk pengangkut kelapa sawit yang diketahui bernama Joko Sahid (29), warga Jalan Pembangunan No 179, Desa Rawa Sekip, Kecamatan Kuala Cenaku.

Mobil Mitshubishi Dump Truck yang dikendarai korban beserta muatannya kelapa sawit sebanyak 8 ton beserta uang jalan korban raib digasak pelaku. Tidak itu saja, korban juga dianiaya hingga pingsan dan dibuang di semak-semak di wilayah Kabupaten Pelalawan dalam keadaan terikat dengan mulut dilakban.

"Awalnya, korban Joko Sahid mengendarai mobil yang bermuatan kelapa sawit dari Sindolas, Kecamatan Kuala Cenaku menuju PT Tunggal Perkasa untuk menjual kelapa sawit tersebut. Saat korban melintas di tempat kejadian, korban diberhentikan oleh tiga orang yang saat itu mengendarai mobil Xenia warna silver, korban kemudian berhenti dan 3 orang turun laki-laki turun dari mobil Xenia sambil meminta korban turun dari mobil", ujar Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo melalui Kasubag Humas Iptu Yarmen Djambak, Senin (7/9/2015).

Dari pengakuan korban kepada polisi, saat turun dari mobil, pelaku itu berlagak bagaikan seorang polisi dan langsung menanyakan surat-surat mobil serta DO kelapa sawit yang dibawa korban.

Setelah semuanya mereka dapatkan, kata Yarmen, korban digiring ke arah mobil mereka sambil menodongkan senpi, bahkan salah seorang dari mereka menghantam kepala korban dengan gagang senjata itu hingga pingsan.

"Setelah kepala saya dihantam, saya langsung pingsan dan tidak mengetahui apa-apa lagi. Begitu saya sadar, saya kaget dan tidak tahu dimana saya berada saat itu. Saya dibuang disemak-semak didaerah Kabupaten Pelalawan dengan kondisi kaki diikat dan mulut dilakban," sebut Yarmen menirukan pengakuan korban saat melaporkan kejadian itu ke Polres Inhu.

Yarmen menjelaskan, begitu korban pulang ke Inhu, korban langsung melaporkan kejadian itu dengan didampingi Mistarno warga Desa Rawa Sekip, Kecamatan Kuala Cenaku yang juga pemilik mobil yang dikendarai korban.

Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian satu unit mobil Mitshubishi HD jenis Dump Truck Nopol BM 9541 BU, kelapa sawit sejumlah 8 ton serta uang jalan korban. Dengan total kerugian diperkirakan senilai Rp242 juta.

"Kasus perampokan tersebut dimuat dalam LP/105/IX/2015/RIAU/RES INHU tentang Pencurian dengan Kekerasan dan telah ditangani Sat Reskrim Polres Inhu", pungkas Yarmen.

(Mario A Khair)
Sumber:GoRiau.com
wwwwww