PotretNews.com Rabu 21 November 2018

Cerita Mistis di Balik Pertunjukan Layar Tancap

Cerita Mistis di Balik Pertunjukan Layar Tancap

Pertunjukan layar tancap Malang Film Festival 2014. (foto: merdeka.com)

Senin, 30 November 2015 11:09 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Tidak selamanya hiburan digelar di tempat mewah. Salah satunya hiburan layar tancap hanya butuh sedikit lahan maka jadilah lokasi untuk nonton layar tancap, termasuk di sebuah lahan dekat pemakaman."Layar tancap kan butuh lokasi yang luas. Kadang yang punya hajat halaman rumahnya kurang luas. Ya mau enggak mau cari dah lokasi yang bisa nerap (masang) tiang buat layar film. Bahkan pernah kita masang layar tancap di dekat lokasi pemakaman. Abis gimana lagi, nggak ada tempat, yang ada kita pake," kata pemilik layar tancap, Jamaludin (45) saat berbincang dengan merdeka.com di kedimannya Kp. Baru, Desa Gedung Pengawas, Babelan, Bekasi Utara, Jumat (27/11/2015).

Jamal sering dibawain sesajen oleh yang punya hajat, alasannya agar penunggu dan leluhur di sekitar situ tidak mengganggu acara hiburan layar tancap.

"Pernah waktu itu di satu kampung manggil layar tancap punya saya. Malamnya yang punya acara (tuan rumah) bawain gula, kopi, beras 5 kilo, pisang, apa ajah ada ada di situ. Di taro di bawah layar tancap. Saya tanya, ini buat apa? Kata yang punya hajat, itu buat leluhur biar nggak ganggu. Ya saya mah diam aja, pas dia pergi, itu semua sesajen saya kasih ke anak yatim, orang tua yang jompo aja dah. Sering begitu. Kita mah hargain yang punya acara, orangnya pergi, sesajen di nampan kita kasiin ke orang yang butuhin (anak yatim)," kenang Jamal sambil tertawa.

Jamal mengaku, tidak ada ritual khusus bila sedang bertugas memutar layar tancap di tempat hajatan. Dia lebih percaya kepada Allah SWT.
Ads

"Yang penting kita sopan di kampung orang. Jangan bertingkah yang kagak-kagak. Kalau kita dibawain sesajen kaya gitu kita jadi takut, bukan malah tenang," ucapnya. Jamal tidak menapik jika selama usaha layar tancap banyak keanehan dan keganjilan dialaminnya.

"Ya ada ajah. Gambar film ada tapi suara nggak ada. Kita otak-atik apanya yang rusak. Padalah nggak ada yang rusak. Kalau gitu ya udah kita permisi-permisi numpang lokasi. Udah abis itu normal lagi," bebernya.

Namun Jamal tetap berkeyakinan, dengan sikapnya yang tidak macam-macam, Insya Allah acara hiburan layar tancap berjalan lancar.

"Saya nggak terpengaruh dengan sesajen dan segala macamnya, kita hormatin aja yang punya hajat emang adatnya begitu, ya kita hargain. Saya sih minta sama Allah SWT aja biar acara hiburan layar tancap saya lancar," tutupnya. ***

(M Yamin Indra)
Kategori : Serbaneka
Sumber:Merdeka.com
wwwwww