PotretNews.com Selasa 20 November 2018

Ganjar Pranowo, Rumah "Reyot", dan Kenangan Pernikahannya...

Ganjar Pranowo, Rumah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunjukkan rumahnya saat dibeli di saat awal pernikahan. Rumah tersebut kini dalam kondisi rusak parah.

Senin, 28 September 2015 06:03 WIB
SEMARANG, POTRETNEWS.com - Sebuah rumah yang kondisinya hancur di Jalan Gatot II Perumahan Abdinegara, Purbalingga, Jawa Tengah, ternyata adalah rumah kenangan dari pernikahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan istrinya, Siti Atiqoh.Rumah tersebut dibeli tahun 1999 seharga Rp 13 juta dengan cara mencicil selama lima tahun. Rumah yang saat ini ada dalam kondisi mengenaskan itu menjadi saksi hidup perjalanan karir Ganjar.

Istri Ganjar, Siti Atiqoh bercerita bahwa rumah tersebut diangsur ketika dia menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemkab Purbalingga. Saat itu, dia butuh rumah untuk tempat tinggal sementara. Sambil mencicil, dia tinggal di rumah kakak perempuannya bernama Nunung.

Sementara Ganjar masih menjadi konsultan di Jakarta dan pulang ke Purbalingga setiap akhir pekan. Ganjar saat itu, belum menjadi anggota DPR RI maupun jadi Gubernur Jawa Tengah seperti saat ini.

Ads
"Itu belinya tahun 1999. Uang mukanya pakai uang saya dan uang mas Ganjar, tapi masih belum cukup. Saya kemudian gadaikan SK CPNS saya di koperasi, untuk nutup itu, karena di bank enggak mau. Jadi bayarnya langsung dipotong gaji saya,” ujar perempuan yang biasa dipanggil Mbak Atiq ini.

Rumah yang dicicil Rp 84.000 sebulan itu dipotong otomatis dari gaji Atiq selama menjadi PNS. Utang bisa lunas selama lima tahun kemudian. Atiq saat itu menerima gajir per bulan Rp 284.000.

"Bayarnya potong gaji saya. Jadi, PNS enaknya gitu. Tapi mas Ganjar, pulangnya tiap Sabtu-Minggu. Sampai sekarang juga masih begitu,” tambah Atiq. (Baca: Rumah Tak Terawat Itu Milik Ganjar Pranowo).

Rumah tersebut, kata dia, merupakan rumah kenangan semasa susah, dan tidak akan dijual ke orang lain. Jika pun ingin dibangun, Atiq ingin dibangun untuk fasilitas sosial agar bermanfaat bagi masyarakat di sana.

"Saya ingin rumah itu bisa bermanfaat. Bisa untuk PAUD atau yang lain. Kita kan sudah enggak mungkin ke situ,” tambah dia.

16 Tahun Pernikahan 
Rumah tersebut merupakan rumah pertama dibeli ketika Ganjar dan Atiq tak lama menikah. Pernikahan keduanya kini telah terjalin selama 16 tahun, dengan karunia satu orang anak, Muhammad Zinedine Alam Ganjar. Ulang tahun pernikahan ternyata pada 25 September kemarin, sempat dirayakan dengan perayaan makan-makan di rumah makan sederhana di Kecamatan Klampok, Kabupaten Banjarnegara.

Kakak Siti Atiqoh, Nunung bercerita panjang soal hubungan Ganjar dan adik kandungnya itu. Pada 25 September, adiknya akhirnya naik ke pelaminan bersanding dengan pria yang saat ini menjadi Gubernur Jawa Tengah. Tak lupa, ia mendoakan keluarga menjadi sakinah, dipenuhi rasa kasih sayang, saling memberi dan menerima apa adanya.

Mendengar doa itu, Ganjar hanya tertawa kecil. Sesekali Aiqoh menempel di pundak Ganjar. Muka keduanya terlihat kemerah-merahan. Setelah berdoa singkat, keduanya diberi ucapan selamat.

"Sekarang sudah biasa. Masa rawan sudah lewat, awal nikah beratnya masalah waktu, mas Ganjar sangat fokus pada kerja,” tutur Atiq.

Hanya saja, Atiq sempat ragu dengan niatan Ganjar meminangnya. "Dulu pas malam tahun baru, nungguin sampai pagi enggak datang. Padahal saya sudah enggak pulang Purbalingga, karena saya pikir akan diapeli. Saya diajak teman keluar enggak mau. Eh, ternyata enggak jadi, dan asyik sama teman-temannya naik gunung. Saat itu, saya berfikir hubungan ini mau dilanjutin atau enggak, dan itu pasti akan seperti itu terus,” tambahnya.

Setelah proses tersebut, ia akhirnya mengerti karakter suaminya itu, yang kerap meninggalkan dia di momen-momen penting. Bahkan, dia sudah tahu waktu yang tepat untuk bekerja, tanpa mengurangi rasa sayang dalam keluarga.

Sementara itu, Ganjar hanya tertawa kecil mendengar itu. Saat diminta tanggapan pernikahan, ia hanya menjawab singkat. “Wis,biasa wae. (udah, biasa saja),” imbuh politikus PDI Perjuangan ini.***
(M Yamin Indra)
Kategori : Profil
Sumber:Kompas.com
wwwwww