PotretNews.com Selasa 13 November 2018

Kisah Putri Sembilan nan Cantik di Pulau Rupat yang Disebut-sebut Berasal dari Siak

Kisah Putri Sembilan nan Cantik di Pulau Rupat yang Disebut-sebut Berasal dari Siak

Makam Dara Sembilan. (foto: wisatabengkalisriauindonesia.wordpress.com)

Selasa, 09 Februari 2016 00:18 WIB
BENGKALIS, POTRETNEWS.com - Di tengah kenikmatan pesona pantai Lapin, ada kisah cerita masyarakat tentang sejarah putri sembilan yang terkenal dengan kecantikannya. Alkisah, banyak bangsawan terpikat membawa wanita tempatan untuk dijadikan selir.Ketika kapal saudagar berlabuh di Pulau Rupat, warga sangat khawatir jika sembilan orang putri yang masih turunan Siak akan dibawa oleh para saudagar. Para bangsawan acapkali membuat onar dan sering terlibat perkelahian hanya gara-gara wanita.

Lalu, salah seorang warga berusaha menyembunyikan sembilan orang putri itu di dalam sebuah sumur serta dibuat lobang sebagai sarana pernapasan. Namun sayang, ketika para bangsawan pergi, warga itu lupa mengeluarkan kesembilan putri tersebut. Akhirnya mereka tewas terkubur dalam lobang itu.

"Cerita itu dari mulut ke mulut dan diceritakan kembali oleh orang tua saya. Kubur putri sembilan masih ada sampai sekarang. Tidak jauh dari penginapan," kata Mukhtar (56), warga tempatan yang juga bekerja sebagai pengawas lingkungan sekitar penginapan. Dia juga mengingatkan untuk selalu menjaga pantangan di sekitar areal pemakaman.

Ads
Untuk mengingat sejarah keberadaan putri sembilan, Pemda setempat memagarinya dan tidak sedikit orang datang berziarah ke makam tersebut. Biasanya, pantai Lapin ramai dikunjungi wisatawan disaat bulan Syafar. Beberapa orang warga mengadakan mandi syafar dan melaksanakan ritual zapin api disumur tua.

Ritual itu dilaksanakan sejak tanggal 9 bulan 9 tahun 1999. Ritual semacam ini bertujuan kegiatan menolak bala. Mereka mandi dan berzikir serta melakukan tarian zapin di atas bara api.

Sayangnya, ketika wisatawan memadati Rupat, pemilik penginapan terpaksa menolak tamu karena kapasitas seluruh penginapan di sana hanya tersedia 60 Kamar.

Kesadaran pengunjung juga sangat rendah karena apabila usai liburan maupun iven perayaan ritual, sampah sampah berserakan di mana-mana. Penduduk tempatan terpaksa berswadaya mengumpulkan sampah.

"Kita berharap Pantai Lapin bisa dikelola dengan baik. Terutama menambah sarana air bersih dan tong sampah," kata Leo, pemilik penginapan. ***

Sumber:
GoRiau.com

Editor:
M Yamin Indra

Kategori : Potret Riau
wwwwww