PotretNews.com Kamis 15 November 2018

Di Bawah Kepemimpinan Ical-Agung, Golkar Terpecah Belah dan Babak Belur di Pilkada Serentak

Di Bawah Kepemimpinan Ical-Agung, Golkar Terpecah Belah dan Babak Belur di Pilkada Serentak

Ketua Bappilu DPP Partai Golkar Munas Bali, H Ahmad Doli Kurnia.

Mario Abdillah Khair
Minggu, 03 Januari 2016 22:28 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Ketua Bappilu DPP Golkar Munas Bali, H Ahmad Dol Kurnia mengharapkan agar Aburizal Bakrie dan Agung Laksono tidak kembali maju dalam perebutan kursi ketua umum jika Munas Golkar digelar.Dia berpendapat, jabatan Ketua Umum Golkar sebaiknya diberikan kepada generasi di bawah Ical dan Agung. "Biarkan generasi selanjutnya memimpin partai ini," ujar Doli kepada potretnews.com melalui telepon, beberapa saat setelah melakukan pertemuan dengan sesepuh partai itu, Akbar Tandjung, di Jakarta, Minggu (3/1/2015).

Doli yang juga mantan Ketua Umum DPP KNPI Periode 2008-2011 menyebut, di bawah kepemimpinan dua orang tersebut (Ical-Agung, red) Golkar sudah menjadi terpecah belah bahkan babak belur di Pilkada Serentak 2015.

Untuk penyelamatan partai, dia kembali mengulang pernyataan, sudah saatnya kader potensial Golkar yang lebih muda dan segar untuk meneruskan kaderisasi yang berkualitas.

Ads
Berdasarkan pengamatan selama berkiprah di Golkar, sosok enerjik dan cerdas seperti Priyo Budi Santoso, Ade Komaruddin, Bambang Soesatyo dan lainnya merupakan kader Golkar yang dirasa memenuhi syarat untuk menjadi ketua umum baik dari segi usia, maupun dalam segi pengalaman berorganisasi.

"Banyak potensi yang ada di kader Golkar. Pengalaman organisasi punya, pengalaman di bidang politik juga ada, nama besar juga punya. Jadi jika mereka memenuhi syarat-syarat itu, saya yakin bisa bertarung sehat semua," lanjutnya.

Doli juga mengemukakan bahwa kondisi Golkar saat ini, sudah sangat memprihatinkan sehingga perlu adanya musyawarah nasional (munas) yang dapat diselenggarakan secepatnya. Kemudian, meminta Mahkamah Partai untuk segera membentuk badan tersendiri menentukan panitia munas.

"Kami berharap agar Mahkamah Partai di bawah kepemimpinan Pak Muladi untuk membentuk tim adhoc atau apalah namanya agar segera menyelenggarakan munas," ujar Ahmad Doli Kurnia. ***

Kategori : Nusantara
wwwwww