PotretNews.com Minggu 22 April 2018

Masya Allah..., Hanya Gara-gara Ikan Laga, Bocah SD Anak Oknum Polisi Bakar Teman Sendiri

Masya Allah..., Hanya Gara-gara Ikan Laga, Bocah SD Anak Oknum Polisi Bakar Teman Sendiri

Korban ketika dirawat di rumah sakit.

Kamis, 08 Oktober 2015 07:23 WIB
BATUBARA, POTRETNEWS.com - Penyebab tubuh Jones Sitorus (12), murid kelas VI SD dan Martin Pandiangan (9), murid kelas III SDN di Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara, melepuh, pada Selasa (6/10/2015), akhirnya terungkap. Mereka ternyata dibakar.Pelakunya anak oknum polisi. Demikian diungkapkan Kapolsek Limapuluh AKP Nasib Sembiring, melalui Kanit Reskrim Ipda JA Manurung, Rabu (7/10/2015). Manurung menerangkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Dia mengatakan, kasusnya akan diserahkan ke Unit PPA Polres Batubara. “Karena kasus ini melibatkan anak-anak yang dilindungi undang-undang, makanya kita harus jeli dan hati-hati dalam menyelidikinya,” ujarnya.

Sementara itu, hingga saat ini, lanjut Manurung, korban belum membuat laporan resminya. Ditanya siapa pelakunya, Manurung membenarkan bahwa pelaku pembakaran terhadap kedua bocah malang itu adalah anak dari seorang oknum inisial JS, yang juga masih duduk di bangku kelas VI SD. “Hasil itu kita dapat berdasarkan saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian,” tukas Manurung.

Ads
Selain itu, kata Manurung, korban yang telah sadar juga sempat bercerita bahwa pelakunya adalah JS. “Jadi, pelaku dan korban sebenarnya sama-sama anak polisi,” tambah Manurung.

Mengenai motif kejadian, dia menerangkan, kejadian ini bermula karena pelaku diduga sakit hati terhadap kedua korban yang mencuekinya.

Ceritanya, kedua korban saat itu sedang bermain laga ikan milik mereka berdua. Tiba-tiba pelaku minta supaya ikan laganya dulu yang dilagakan, tapi karena dicueki kedua korban, pelaku diduga langsung membakar keduanya.

Manurung menyebutkan, dari TKP (tempat kejadian perkara) polisi mengamankan barang bukti berupa jeregen minyak lampu, kayu-kayu yang terbakar serta pakaian korban yang sudah gosong terbakar.

“Saat ini, kami masih berkoordinasi dengan PPA Polres Batubara terkait kasus tersebut,” katanya.

Informasi dihimpun, JS (12), merupakan anak oknum polisi yang bertugas di Mapolres Batubara dan tinggal persis di depan tempat kejadian perkara di Jalan Pelajar, Lingkungan I, Kelurahan Limapuluh, Kecamatan Limapuluh, Batubara.

Kemudian Jones Sitorus (12), warga Lingkungan I, Kelurahan Limapuluh, Kecamatan Limapuluh, yang menjadi korban luka bakar merupakan anak dari seorang perwira pertama, juga bertugas di Mapolres Batubara.

Diberitakan sebelumnya, Jones Sitorus, murid kelas VI dan Martin Pandiangan (9), murid kelas III SDN 1, warga Lingkungan I, Kelurahan Limapuluh, Kecamatan Limapuluh, Batubara, mengalami kejadian nahas. Tubuh kedua korban melepuh akibat dilalap si jago merah, Selasa (6/10), sekira pukul 14.30 WIB.

Kejadian itu, bermula ketika kedua korban bermain ikan laga di Jalan Pelajar, Lingkungan I, Kelurahan Limapuluh, Kecamatan Limapuluh, Batubara. Tak lama berselang, tubuh keduanya terbakar akibat ulah salahseorang rekan mereka.

Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka bakar hampir 60 persen. Keduanya langsung dilarikan ke puskesmas terdekat.

Ibu kandung Jones, Mak Rando Situmorang (48), langsung histeris begitu mengetahui peristiwa yang dialami putra bungsunya.

“Tadi, dia memang sudah pulang, terus pergi lagi dan pamit mau main ikan laga (ikan cupang) sama kawannya. Tapi tiba-tiba kek gitulah dia.., sakit kali lah itu,” katanya sambil menangis tersedu-sedu.

Orangtua korban Jones AM Sitorus, saat ditemui di Puskesmas Limapuluh mengaku tidak tahu persis kronologi kejadian yang dialami putra ketiganya itu.

“Mereka main-main bersama teman-temannya dan saya lagi di rumah. Melihat badanya melepuh kayak gitu, Jones kami bawa ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi,” ungkap Sitorus. ***

loading...
(Akham Sophian)
Kategori : Nusantara
Sumber:Metrosiantar.com
DPRD Kabupaten Siak 2018
wwwwww