Ahmad Doli Kurnia Anggap Pemecatannya oleh Golkar Tak Sesuai Prosedur, ”Sampai Saat Ini Saya Belum Terima Surat Apa pun”

Akham Sophian
Kamis, 31 Agustus 2017 16:01 WIB
ahmad-doli-kurnia-anggap-pemecatannya-oleh-golkar-tak-sesuai-prosedur-sampai-saat-ini-saya-belumAhmad Doli Kurnia. (foto: inilah)
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia berpendapat, pemecatan dirinya oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar tak sesuai prosedur.
Hingga Rabu (30/8/2017) malam, Doli mengaku belum mengetahui secara resmi pemecatannya dari keanggotaan partai.

"Saya sampai saat ini belum menerima surat atau bentuk pemberitahuan apa pun soal pemecatan itu," ujar Doli, saat dihubungi, Kamis (31/8/2017).

Doli mengatakan, jika memang dia masih dianggap sebagai bagian dari keluarga besar Partai Golkar, seharusnya ada prosedur pemecatan yang ditempuh partai.

Prosedur itu mulai dari pemanggilan, teguran, hingga surat peringatan. Doli mengakui, ia dan jajaran GMPG tak menerima perlakuan demikian.

Menurut pria yang pernah menjabat Ketua Umum DPP KNPI itu, selama ini hanya mendapatkan satu surat peringatan yang dikirim beberapa hari lalu dan dua hari berselang, partai mengklaim telah memecatnya. "Ini kan tindakan yang saya katakan berlebihan," kata dia menjawab potretnews.com.

Doli menambahkan, selama ini justru DPP yang membatasi komunikasi dengannya. Contohnya, saat GMPG mendatangi Kantor DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta Barat. Kedatangan mereka justru ditolak.

"Bahkan kami waktu itu datang ke DPP pintunya diblok pakai Brimob dan sepertinya (DPP) memang menutup diri untuk berdialog," kata dia. Selain itu, Doli mengaku heran dengan sikap partai.

Sebab, apa yang dilakukan GMPG dan beberapa pendukungnya justru ingin menjaga partai untuk tetap berada pada koridor anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), termasuk putusan musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

Adapun, salah satu putusan Munaslub Golkar adalah turut menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi. Sementara, yang dilakukan partai saai ini dinilainya seolah mendukung korupsi dengan membiarkan Ketua Umum Setya Novanto tetap pada posisinya.

Padahal, nama Novanto sudah lama dikaitkan dengan kasus korupsi e-K5P dan kini sudah berstatus tersangka. Dia yakin masyarakat cenderung mendukung gerakannya.

"Makanya saya anehnya kenapa kita yang ingin membuat partai ini jadi bagus, jadi baik, citranya positif malah dikasih peringatan," ujar Doli.

"Sementara ada orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yang memperburuk citra Partai Golkar malah dibela. ini yang saya bilang aneh," kata dia.

Berikut pernyataan Ahmad Doli Kurnia yang dikirimkan ke redaksi potretnews.com

Pertama, sampai saat ini saya belum menerima surat atau bentuk pemberitahuan apapun soal pemecatan itu.

Kedua, saya menilai tindakan itu adalah bentuk kesewenang-wenangan yang keliru dan salah besar. Ternyata partai ini dikelola dengan kepemimpinan yang buruk seburuk-buruknya dalam sejarah Golkar. Sudahlah terindikasi korup, kemudian tidak ada rasa malu, tak bermoral, dan berlagak totaliter pula. Setyanovanto-Idrus Marham ternyata sangat nyaman bergelimang isu korupsi, takut dengan perbedaan, serta anti kritik dan dialog, main pecat pula.

Ketiga, apa yang saya dan GMPG lakukan selama ini adalah demi kebaikan dan keselamatan partai, yang sudah tercitrakan buruk dan negatif oleh kepemimpinan saat ini. Justeru yang kami lakukan adalah menegakkan AD/ART dan keputusan tertinggi pada Munaslub.

Jadi, dalam situasi seperti saat ini, saya menganggap hal ini biasa saja di dalam berjuang menegakkan kebenaran dan melawan kedhzaliman. Saya dan GMPG akan terus lanjut dengan agenda-agenda perjuangan kami. Kita akan buktikan siapa yang sesungguhnya cinta dan berbuat demi kebesaran dan kemajuan partai, dan siapa pula yang hanya berlindung serta memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Ahmad Doli Kurnia

Sanksi pemecatan
Sebelumnya, Partai Golkar memecat Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia dari keanggotaan partai.

"DPP Partai Golkar telah mengambil sebuah keputusan yaitu memecat keanggotaan yang bersangkutan dari Partai Golkar," ujar Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

Golkar menilai bahwa langkah yang dilakukan Doli sudah tak sesuai dengan aturan partai. Di samping itu, Doli juga dinilai sudah menuding lembaga-lembaga lain berkonspirasi terkait kasus korupsi yang melibatkan Ketua Umum Golkar Setya Novanto.

Idrus menuturkan, pihaknya telah memberikan peringatan kepada Doli, namun peringatan tersebut tak dipedulikan.

"Bahkan masih tetap melakukan demo-demo baik di MA, KY bahkan KPK," ujar Idrus, dilansir potretnews.com dari kompas.com. ***

Kategori : Nasional
wwwwww