PotretNews.com Selasa 20 Februari 2018

Nasihat Habibie ke Ical-Agung: Mumpung Masih Hidup, Beri Kesempatan Anak Muda Umur 40-an

Nasihat Habibie ke Ical-Agung: Mumpung Masih Hidup, Beri Kesempatan Anak Muda Umur 40-an

Presiden Republik Indonesia ke-3, BJ Habibie (kiri) berdiskusi Ketua Partai Golkar, Aburizal Bakrie saat menghadiri pembukaan Rapimnas Partai Golkar di Gedung Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta (23/1/2016).

Minggu, 24 Januari 2016 02:07 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Presiden ketiga Indonesia, B.J. Habibie tak mendukung Aburizal Bakrie maupun Agung Laksono mempertahankan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Habibie berharap partai politik, termasuk Golkar, dipimpin anak muda berusia 40-60 tahun.Habibie memang tak secara langsung menyebut nama Aburizal dan Agung. Tapi Aburizal maupun Agung Laksono tak masuk kriteria yang disebut Habibie dalam pidatonya. Aburizal kini berusia 69 tahun. Sementara Agung Laksono berusia 66 tahun.

“Mumpung masih hidup, buka pintu untuk pimpinan nasional, lewat pimpinan partai, berikan kesempatan anak muda umur 40-60,” kata Habibie dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar versi Munas Bali, i Jakarta Convention Center, Sabtu, 23 Januari 2016. Acara ini dihadiri Aburizal Bakrie dan tim transisi Partai Golkar.

Partai Golkar hasil Munas Bali menggelar Rapat Pimpinan Nasional selama dua hari sejak hari ini. Sampai kini Partai Golkar masih dilanda konflik internal antara Aburizal Bakrie dan Agung Laksono. Aburizal Bakrie terpilih sebagai Ketua Umum Golkar melalui Musyawarah Nasional di Bali. Sedangkan, Agung Laksono terpilih melalui Munas Ancol.

Ads
Habibie berpesan, pengurus partai politik memberi kesempatan kepada generasi muda maju sebagai pemimpin bangsa sebagai presiden. Dia merujuk pada kepemimpinan bangsa di bawah Sukarno dan Soeharto. Keduanya menjadi presiden di usia 40-an tahun. Setiap organisasi, menurut Habibie, perlu mengembangkan budaya estafet kepemimpinan dari generasi tua ke generasi muda.

Sedangkan partai politik, termasuk Golkar, menurut fia, perlu bersinergi dalam mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia muda Indonesia. Para pemuda diminta meningkatkan disiplin produktivitas kerja serta berbudaya sehat. ***

loading...
(Akham Sophian)
Kategori : Nasional
Sumber:Tempo.co
wwwwww