PotretNews.com Rabu 19 September 2018

Gubernur BI Tentang Keinginan Jokowi Turunkan Harga BBM dan Sebut Sebagai Cari Popularitas

Gubernur BI Tentang Keinginan Jokowi Turunkan Harga BBM dan Sebut Sebagai Cari Popularitas

Gubernur BI Agus Martowardoyo

.
Sabtu, 03 Oktober 2015 11:47 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Permintaan Presiden Jokowi agar bawahannya mencari cara agar harga bahan bakar minyak (BBM) bisa diturunkan, ditentang Gubernur Bank Indonesia dan sebagai kebijakan mencari popularitas."Saat ini Indonesia memiliki mekanisme penentuan dan evaluasi harga BBM setiap tiga bulan. Yang paling utama harus diingat adalah transparansi perhitungan harga BBM," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di kantornya, Jakarta, Jumat (2/10).

Menurut Agus, jika saat ini harga BBM sudah memungkinkan untuk diturunkan, maka Jokowi harus membeberkan secara transparan mekanisme perhitungannya.

"Tetapi jangan diturunkan pada saat hitung-hitungannya masih belum menunjukkan waktu tepat untuk menurunkan. Nanti yang terjadi hanya sedikit penurunan tetapi kita kehilangan kepercayaan, kehilangan kredibilitas, jadi itu yang saya titip," jelasnya.

Agus menilai wacana penurunan harga BBM hanya untuk mencari popularitas oleh Presiden Jokowi. Karena itu, juga harus memperhitungkan akuntabilitas dan melihat kondisi sebenarnya di lapangan.
Ads

"Maksud saya jangan untuk popularitas tetapi harus betul-betul accountability dan juga mencerminkan kondisi sebenarnya," tuturnya.

Dia mengatakan, jika ingin melakukan review harga BBM harus konsisten sejak awal. "Jadi, kalau mau di-review setiap enam bulan kita harus lakukan dengan disiplin setiap enam bulan. Dan kalau perlu turun, turun, kalau perlu naik ya naik. Tetapi yang penting konsistensi," demikian Agus.

Agus sendiri sejak masa pemerintahan SBY lalu memang termasuk yang paling getol agar harga BBM dinaikkan. Bahkan, menjelang diangkat menjadi Gubernur BI, Agus sempat sesumbar mmenjamin nilai tukar rupiah bisa diturkan dari Rp 11.000-an menjadi Rp 10.000 per dolar AS, bila harga BBM (premium) bisa dinaikkan dari Rp 4.500 per liter. Namun diangkat menjadi Gubernur BI, jaminan itu tidak terbukti dan rupiah terus melemah hingga kini.
(***)
Kategori : Nasional
Sumber:rmol.co
Tour de Siak 2018
wwwwww