PotretNews.com Rabu 19 September 2018

Pemerintah Tetapkan Idul Adha Jatuh 24 September, Beda dengan Muhammadiyah

Pemerintah Tetapkan Idul Adha Jatuh 24 September, Beda dengan Muhammadiyah

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Machasin (tengah) menggelar konferensi pers Sidang Itsbat Awal Zulhijah 1436 H di gedung Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (13/9).

.
Senin, 14 September 2015 10:51 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Kementerian Agama (Kemenag) resmi mengumumkan Idul Adha tahun ini jatuh pada 24 September 2015. Hal tersebut diputuskan setelah pihaknya bersama para pemuka agama dari berbagai daerah menggelar sidang Itsbat untuk menentukan awal Zulhijah 1436 H.  Setelah dilakukan pemantauan untuk melihat hilal, di berbagai daerah hingga bakda maghrib dilaporkan tidak ada yang melihat hilal.

"Kami mendengarkan laporan rukyat dari seluruh Indonesia, nggak ada satu pun laporan hilal terlihat, mulai dari Papua sampai Aceh. Jadi tahun ini kami menetapkan 1 Zulhijah pada Selasa 15 September. Artinya Idul Adha, jatuh pada tanggal 24 hari Kamis," ujar Dirjen Binmas Islam Kemenag Ma'chasin di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (13/9) malam.

Kalaupun ada yang menentukan 1 Zulhijah pada Senin (14/9), Kemenag tak mempermasalahkan hal tersebut dan menghormati perbedaan yang ada.

"Kalau ada yang menentapkan atau meyakini pada besok itu 1 Zulhijah. Itu kami memberikan kebebasan dan tidak ada paksaan untuk mengikuti pemerintah. Perbedaan ini nggak perlu dibesar-besarkan," tandas Ma'chasin.
Ads

Muhammadiyah 23 September

Dengan penetapan itu maka dipastikan Idul Adha tahun ini tidak akan berlangsung secara bersamaan di seluruh Indonesia.  Muhammadiyah akan merayakan Idul Adha lebih cepat sehari, yakni 23 September 2015.

"Penentuan awal bulan Dzulhijjah, Muhammadiyah telah menetapkan sejak sebulan sebelum Ramadan. 1 Dzulhijjah jatuh pada hari Senin (14/9). Jadi Idul Adha jatuh pada Rabu 23 September," ucap Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ma'rifat Iman di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (13/9) malam.

Soal perbedaan penetapan perhitungan waktu 1 Dzulhijjah 1436 H dengan pemerintah, ditegaskan Ma'rifat tidak perlu dibesar-besarkan. Pihaknya tetap saling menghargai satu sama lain. "Alhamdulillah nggak ada masalah," katanya.

Namun untuk perayaan Idul Fitri, dia memperkirakan hingga 10 tahun mendatang akan sama waktu yang ditetapkan antara pemerintah dengan Muhammadiyah.
(***)
Kategori : Nasional
Sumber:jpnn.com
Tour de Siak 2018
wwwwww