PotretNews.com Minggu 30 April 2017
Home >  Artikel >  LifeStyle

Ternyata, Sang Rekan Kerja adalah Ibu Kandung yang Dicari 15 Tahun

Ternyata, Sang Rekan Kerja adalah Ibu Kandung yang Dicari 15 Tahun

Salah satu cuplikan Long Lost Family saat Jenny Thomas mengetahui sosok dan wajah sang ibu kandung. (foto: woman's day)

Sabtu, 05 Maret 2016 23:49 WIB
NEWS YORK, POTRETNEWS.com - Jenny Thomas (40) dari Rochester, New York, AS, mengetahui bahwa dirinya merupakan anak adopsi selama 36 tahun belakangan.Semenjak mengetahui bahwa dirinya anak adopsi, Thomas berusaha mencari orangtua kandung, terutama sang ibu, selama lebih kurang 15 tahun.

Malang, upaya Rochester selalu berakhir sia-sia. Rochester tak pernah menemukan sang ibu yang telah mengandungnya selama sembilan bulan dan melahirkannya 40 tahun silam.

Satu-satunya yang dimiliki Rochester hanyalah informasi bahwa sang ibu kandung dulu tinggal di kota yang sama dengan keluarga pengadopsinya.

Ads
Keinginan mencari orangtua kandung tersebut berangsur hilang, sampai akhirnya Thomas melihat program televisi bertajuk Long Lost Family. Program tersebut khusus mencari serta mempertemukan anggota keluarga yang hilang selama bertahun-tahun.

Tanpa buang-buang waktu, Thomas segera mendaftarkan diri dan kasus pencarian orangtua kandungnya ke tim kreatif program televisi tersebut.

Tim kreatif menggunakan uji tes DNA dan informasi publik untuk mencari dan mempertemukan anggota keluarga yang hilang. Akhirnya, ibu kandung Thomas pun telah ditemukan. Lalu, ketika sang presenter televisi menunjukkan foto sang ibu kepada Thomas, dia tercengang tak percaya.

Pasalnya, wanita dalam foto itu adalah Nita Valdez, rekan kerjanya selama dua tahun di sebuah rumah sakit. "Ya Tuhan, aku tahu dia," pekik Valdez.

Thomas mengisahkan bahwa ibu kandungnya, Valdez, bekerja sebagai teknisi perawatan pasien di Rochester Hospital. Sementara itu, Thomas bekerja di rumah sakit yang sama sebagai pengantar pasien. Jadi, mereka berdua bisa dibilang selalu bertemu dan berkomunikasi ketika seorang pasien harus mendapatkan terapi.

"Dia (Nina Valdez) sangat pendiam, tetapi lucu. Lalu, aku orang yang hobi bercanda. Dia selalu tertawa ketika aku melontarkan leluconku. Namun, hubungan kami hanya sebatas rekan kerja saat itu, tak lebih," kenangnya kepada NY Post.

Editor:
M Yamin Indra

Sumber:
Kompas.com

loading...
Kategori : LifeStyle
www www